Keterlambatan Pengiriman Alat Perpustakaan, CV Andika Klaim Misskomunikasi

RANGKASBITUNG, BANPOS – Terkait mekanisme penyaluran pengadaan barang alat perpustakaan untuk program Perpustakaan Desa (Perpusdes) Bantuan Provinsi (Banprov) tahun 2019 di Desa Mekarmanik, Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, kepada CV Andika Pustaka yang hingga kini belum disalurkan dan dipermasalahkan oleh LSM GNI. Pihak perusahaan mengaku hal tersebut merupakan misskomunikasi antara pihak desa dengan perusahaan.

Komisaris CV Andika Pustaka, HM Usman mengatakan, saat itu pihaknya menerima kabar bahwa pihak desa telah melakukan pembayaran untuk alat perpustakaan yang telah dipesan. Namun, untuk memastikan kebenarannya bahwa sudah dilakukan pemabayaran pihaknya mengecek rekening koran perusahaan.

“Memang sebetulnya ini misskomunikasi. Jadi keterangan dari Kepala Desa (Kades) bahwa uang untuk pembayaran alat perpustakaan yang dipesan itu sudah di transfer ke CV Andika Pustaka, infonya seperti itu. Namun, saat akan mengecek rekening koran saat itu antrian di bank cukup panjang sehingga belum sempat untuk mengeceknya,” kata Usman kepada wartawan melalui selulernya, Senin (3/6/2019).

Karena pada hari berikutnya pelayanan bank libur, lanjut Usman, maka pihaknya tidak bisa melihat rekening koran sebagai bukti bahwa uang yang di transfer oleh pihak desa sudah masuk kedalam rekening.

“Karena kita tidak bisa memeriksa uang yang masuk kedalam rekening koran, sehingga untuk pengiriman alat perpustakaan yang dipesan itu dipending dulu dan akan dilakukan pengiriman setelah lebaran,” terangnya.

Untuk alat perpustakaan yang akan dikirim kepada pihak desa, Usman mengaku saat ini sudah ada digudang sesuai dengan pesanan yang telah diajukan oleh pihak desa untuk dikirim.

“Kalau barangnya sekarang pun sudah ada digudang, kalau tidak percaya silahkan datang ke gudang untuk diperiksa. Untuk mengirim barang juga kita harus memastikan dulu apakah uang sudah masuk atau belum ke rekening,” ujarnya.

Saat ditanya terkait dengan arahan dari dinas untuk memesan alat perpustakaan kepada perusahaan miliknya, Usman membantah, karena selama ini pihaknya langsung turun ke desa untuk menawarkan barang yang akan dipesan sesuai kebutuhan desa.

“Jadi begini, kita kan langsung turun ke desa menawarkan barang yang akan dipesan oleh desa sesuai kebutuhan. Mungkin pihak desa tidak tahu perusahaan saya bisa dipertanggung jawabkan atau tidak, makanya pihak desa menanyakannya ke dinas. Karena untuk pengadaan ini kita juga sudah berjalan cukup lama, makanya pihak dinas mengiyakan dan memang perusahaan kita tidak bermasalah dalam setiap pengadaan barang,” ungkapnya. (DHE)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: