DPMPD Bantah Arahkan Desa Dalam Pengadaan Alat Perpusdes

RANGKASBITUNG, BANPOS – Terkait tudingan yang dituduhkan oleh LSM GNI kepada oknum pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Lebak, yang menekan pihak desa untuk diarahkan dalam pembelian alat perpustakaan pada program Perpusdes yang sumber anggarannya dari Banprov tahun anggaran 2019, membantah bahwa pihak dinas tidak pernah menekan desa untuk membeli alat perpustakaan kepada pihak manapun.

“Yang ada adalah orang desa yang meminta arahan dinas kepada siapa sih pengadaannya, karena banyak teman-teman LSM yang masuk dan meminta arahannya itu ke Kasi Kelembagaan, pak Hadi. Itumah otoritas desa mau belanja kemana-mana juga,” kata Kasi Binus Lembaga Desa Bidang Binus Lembaga Ekonomi Desa DPMPD Lebak, Norriyatna kepada BANPOS melalui selulernya, Minggu (2/5/2019).

Saat pihak desa meminta arahan itu, lanjut Nori, pihak dinas mengarahkannya kepada CV Andika karena pada tahun sebelumnya perusahaan tersebut tidak bermasalah.

“Saat itu pak Hadi mengarahkan, silahkan aja pihak desa menghubungi CV Andika karena tahun lalu juga perusahaan itu tidak ada masalah,” katanya.

Menurutnya, terkait dengan setoran yang sudah ditransfer kepada pihak perusahaan dan belum dilakukan pengiriman, pihaknya sudah menghubungi pihak perusahaan.

“Transfernya juga kan pada hari Senin (27/5/2019) lalu,, saat itu bank juga sedang penuh dan keburu libur. Jadi bukannya uang sudah transfer tapi buku tidak ada, inikan sedang libur mau dikirm bagaimana. Untuk lebih jelasnya silahkan saja hubungi pihak perusahaannya,” ungkapnya.

Terkait dengan permasalahan yang dilaporkan oleh pihak lembaga kepada polisi itu, sambung Nori, bahwa lembaga tersebut dari CV Aska yang menwawarkan buku kepada Desa Mekarmanik.

“Ketika saya tanya ke bendahara, apa yang menjadi masalah sampai adanya laporan seperti ini. Ternyata Ajis itu menawarkan buku dari CV Aska menawarkan kepada Desa Mekarmanik dan kata Kepala Desanya sudah, tinggal menunggu bukunya doang mau dikirim dan semuanya sudah siap,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Mekarmanik, Aliyudin saat dihubungi mengaku bahwa dalam pengadaan alat perpustakaan untuk program Perpusdes tidak ada tekanan dari pihak dinas.

“Tidak ada pak penekanan dari dinas. Kita sudah pesan dan sudah lama serta sudah diakukan pembayaran dua hari atau tiga hari yang lalu. Kita pesan buku dan mebeuler, untuk buku Rp 5 juta dan mebeulernya Rp 5 juta,” katanya.(DHE)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: