Sosiologi UNJ Gelar PKM Optimalisasi Tatakelola Keuangan Bagi Istri Nelayan

SERANG, BANPOS – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, mengadakan pengabdian masyarakat dengan tema “Optimalisasi Tatakelola Keuangan pada Istri Nelayan di Desa Lontar dan Tengkurak, Kec. Tirtayasa, Kab. Serang, Prov. Banten”, di Saung Nelayan, tepat di bibir Pantai Laut Lontar, Desa Lontar, Kec. Tirtayasa, Kab. Serang, Kamis – Jumat, 30-31 Mei 2019.

Bertindak sebagai Ketua Tim PKM adalah Dr. Ahmad Tarmiji Alkhudri, S.Pd., M.Si, beranggotakan Dr. Ikhlasiah Dalimoenthe, M.Si dan Dr. Evy Clara, M.Si.

Dalam kegiatan PKM ini, Ketua Tim PKM mengikutsertakan 2 Mahasiswa sebagai upaya pengenalan lapangan sekaligus pembinaan dosen kepada mahasiswanya.

Kegiatan PKM tentang Optimalisasi Tatakelola Keuangan bagi Istri Nelayan difasilitasi oleh FKPN sebagai Organisasi Nelayan Banten, SBMI Banten, dan Koperasi Nelayan Arya Mandalika.

Acara PKM ini dihadiri oleh 15 orang Istri Nelayan, 10 orang nelayan, perwakilan Tokoh/Aparatur Desa Lontar, Ketua FKPN/Penggagas Koperasi Arya Mandalika, dan Ketua SBMI Banten.

Dr. Ahmad Tarmiji Alkhudri, S.Pd., M.Si menjelaskan bahwa kegiatan PKM ini merupakan bagian dari pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam konteks pemberdayaan nelayan, Ketua PKM tersebut menyatakan perlu adanya optimalisasi pembinaan tatakelola keuangan pada istri nelayan dalam mengatur pendapatan dan pengeluaran mereka, baik pada musim panen maupun pada musim paceklik (tidak melalut).

Tujuannya, agar nelayan dapat mengurangi ketergantungan pada pola hidup yang konsumtif dan kebiasaan berhutang, terutama pada saat musim paceklik (tidak melaut).

Dengan pelatihan tatakelola keuangan ini, para istri nelayan diharapkan mampu saving uang untuk kebutuhan masa depannya, salah satunya untuk alokasi pendidikan anak-anak mereka.

Singkatnya, optimalisasi tatakelola keuangan bagiistri nelayan memiliki peran penting dalam mendorongpeningkatan kesejahteraan keluarga nelayan.

Setelah mendapatkan pemahaman mengenai tatakelola keuangan, selanjutnyadiharapkan para istri nelayan terinspirasi untuk memulai usaha mikro yang dapat menjadi sumber tambahan pemasukan bagi keluarga. Seperti mengolah ikan asin, dodol rumput laut, kerupuk ikan, dan potensi-potensi lainnya yang menjadi kearifan lokal nelayan Lontar.

Dengan menggandeng akademisi dari Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah, CSR Perusahaan, BASNAZ-LAZIS, Pemuda, dan stakeholders lainnya, Kami berharap keluarga nelayan Lontar, semakin berdaya, kuat,dan tangguh dalam menyongsong masa depan yang semakin kompleks, kompetitif, dan beresiko. (FAN)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: