Atta Halilintar Masuk Dalam Soal Bahasa Indonesia SD

Ujian Atta Halilintar.

SERANG, BANPOS – Nama youtuber yang saat ini sedang banyak digandrungi oleh kalangan milenial muncul dalam soal ujian kenaikan kelas (UKK) kelas V SD di Kota Serang. Nama youtuber tersebut yaitu Atta Halilintar. Setidaknya ada enam soal dalam ulangan kenaikan kelas itu yang membahas soal Atta Halilintar.

Soal pertama berbunyi, ‘Atta Halilintar mendapat julukan sebagai Raja Youtube ASEAN setelah…’ Soal selanjutnnya berbunyi ‘Sebelum dikenal sebagai Raja Youtube ASEAN Atta Halilintar adalah raja youtube di negara…’. Pertanyaan ketiga yaitu menyinggung pekerjaan dari youtuber tersebut, ‘Pekerjaan Atta Halilintar adalah…’.

Tidak hanya itu, bahkan pertanyaan keempat berbunyi, ‘pendapatan Atta Halilintar yang bersumber dari youtube sekitar Rp579 juta sampai Rp9 miliar. Kalimat tanya untuk jawaban tersebut adalah…’ Pertanyaan kelima berbunyi, ‘Berikut ini adalah konten video yang sering dimuat Atta Halilintar, kecuali…’.

Dan terakhir, para siswa kelas V SD tersebut diperintahkan untuk menanggapi secara tepat jawaban atas teks yang tertulis pada paragraf yang telah di tulis pada awal soal UKK.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindik) Kota Serang, Wasis Dewanto, mengatakan bahwa soal yang menyinggung Atta Halilintar itu memang benar ada di sekolah dasar di Kota Serang. Soal itu adalah soal bahasa Indonesia untuk anak kelas V SD yang digunakan dalam ujian kenaikan kelas.

“Soal UKK dibuat secara mandiri oleh sekolah tanpa perlu diperiksa oleh dindikbud,” kata Wasis kepada kepada awak media, Selasa (28/5/2019).

Setelah membaca soal itu, Ia mengatakan bahwa hal tersebut merupakan contoh soal yang sangat mengganggu untuk anak didik. Karena, tidak semua anak mengenal Atta Halilintar. Figur yang bisa diangkat dalam soal pelajaran, lanjutnya, sebaiknya merupakan figur yang sudah dikenal secara luas dan bila memungkinkan adalah sosok pejuang yang sudah memiliki andil dalam bangsa ini. “Seperti Sukarno, semua kan tahu,” katanya.

Soal pelajaran bahasa Indonesia ini, menurut Wasis, akan menjadi perhatian Dindikbud Kota Serang untuk mengevaluasinya. Bahkan ia akan mengingatkan pembuatan soal pelajaran melalui pengawas SD agar lebih hati-hati saat menyusun soal. Meski demikian, Wasis mengaku, bahwa tidak ada motif tertentu dalam pembuatan soal itu, misalkan motif untuk mendapatkan uang.

“Saya kira tidak ada motif apa-apa seperti sponsor,” kata Wasis.

Terkait siapa yang membuat soal tentang Atta Halilintar, Wasis belum mengetahui secara pasti. Hanya saja pembuat soal bisa saja dilakukan oleh sekolah sendiri atau oleh musyawarah guru mata pelajaran.

Persoalan tersebut pun membuat Rektor Universitas Sultan Agen Tirtayasa (Untirta), Profesor Sholeh Hidayat, angkat bicara. Ia menuturkan kepada BANPOS bahwa seharusnya soal untuk anak sekolah terkhusus SD mengambil kisah yang mengandung unsur penguatan karakter.

“Akan lebih baik kalau soal bahasa Indonesia mengambil kutipan tentang kisah yang mengandung unsur penguatan karakter dan jati diri bangsa Indonesia,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia pun menjabarkan secara detail bagaimana penguatan karakter dan jati diri bangsa Indonesia itu seharusnya ditanamkan.

“Harus memuat nilai-nilai karakter religius, jujur, toleransi, kerja keras, kreatif, cinta tanah air, demokratis dan semangat kebangsaan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua BEM FKIP Untirta, Fauzan, mengatakan bahwa dirinya tidak habis pikir dalam soal UKK kelas V SD sudah mencatut nama Atta Halilintar.

“Saya tidak habis pikir apa yg menjadi alasan Dinas Pendidikan mengeluarkan soal seperti itu. Itu jelas-jelas tidak menyentuh dari pada hal yg paling fundamental dari pelajaran bahasa Indonesia untuk menjadi soal,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini masyarakat Indonesia memang dipaksa untuk menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Dan ia mengaku bahwa ada kemungkinan penulis soal tersebut mengajak para siswa SD untuk memasuki era tersebut. Namun, ia mengaku bahwa hal tersebut terlalu cepat dan tidak layak.

“Kalaupun itu storytelling, tetap tidak layak jenis pertanyaan itu dijadikan soal. Kita memang sedang menghadapi Revolusi industri 4.0. Tapi dunia Entertain dijadikan soal ujian kenaikan kelas SD bukan langkah yang tepat menghadapi Revolusi industri 4.0,” tandasnya. (MG-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: