Mengurangi Kepadatan Arus Mudik, Tarif Malam Merak-Bakauheni Lebih Mahal

Ratusan kendaraan saat mengantre di pelabuhan merak, hendak menyebrang ke pulau Sumatera, pada arus mudik lebaran 2018 / Dok: RULIE SATRIA

MERAK, BANPOS – PT ASDP Ferry Indonesia (Persero) bakal menerapkan sistem pembatasan kendaraan ganjil genap pada angkutan penyeberangan Merak-Bakauheni. Penerapan sistem ini sesuai dengan seruan Kementerian Perhubungan.

Direktur Utama ASDP, Irra Puspadewi mengatakan, sistem ini ditempuh untuk mengurai kepadatan arus kendaraan pada malam hari di angkutan penyeberangan Merak-Bakauheni.

“Ganjil-genap hanya berlaku malam hari, karena biasanya para pemudik berangkat malam hari. Silakan di-shifting menjadi siang,” kata Irra saat ditemui, di Hotel Mercure, Jakarta Pusat, Selasa (21/5).

Sementara, Kementerian Perhubungan merencanakan perbedaan tarif penyeberangan dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni pada puncak mudik Lebaran 2019 kali ini. Rencananya, tarif di malam hari akan lebih mahal 30% dari penyeberangan siang hari.

Kebijakan ini diambil setalah rencana penerapan ganjil-genap dalam penyeberangan malam hari di Pelabuhan Merak-Bakauheni hanya bersifat imbauan.

Pemerintah akan membedakan tarifnya tetapi tetap ingin dalam koridor aturan sehingga tidak terjadi pelanggaran aturan. Rencananya, besaran perbedaan harga penyeberangan siang hari dan malam hari sekitar 20%–30%, sehingga menyeberang pada malam hari lebih mahal.

Sebelumnya, pada puncak arus mudik, penyeberangan ganjil genap akan berlaku di Pelabuhan Merak, Banten bagi kendaraan roda empat selama 4 hari pada 30 Mei–2 Juni 2019. Rencananya, kebijakan ini dilaksanakan selama 12 jam pada pukul 20.00–08.00 WIB, atau penyeberangan malam hari.

Rinciannya, penyeberangan nomor kendaraan bermotor genap berlaku pada 30 Mei dan 1 Juni 2019 sedangkan nomor kendaraan bermotor ganjil berlaku pada 31 Mei dan 2 Juni 2019.

Sementara itu, pada puncak arus balik, ganjil genap akan berlaku di Pelabuhan Bakauheni, Lampung bagi kendaraan roda empat selama 3 hari pada 7 Juni–9 Juni 2019. Waktu pelaksanaannya pun sama, selama 12 jam pukul 20.00-08.00 WIB.

Rinciannya, nomor kendaraan bermotor ganjil dapat penyeberang pada tanggal 7 Juni dan 9 Juni 2019, sementara yang bernomor genap dapat menyeberang pada 8 Juni 2019.

Kedua kebijakan ini diberlakukan guna mengurai kepadatan penyeberangan terutama kendaraan bermotor di malam hari saat puncak arus mudik Lebaran 2019. Pasalnya, dari hasil evaluasi Kemenhub serta operator terdapat kecenderungan kendaraan bermotor menyeberang di malam hari mengejar perjalanan siang hari di Lintas Sumatra.

Hasil evaluasi pada 2018 tersebut, mayoritas kendaraan roda empat atau lebih dan roda dua yang menyeberang ke pelabuhan Bakauheni datang pada malam hari, sehingga diharapkan dengan adanya aturan ganjil-genap dan tarif yang lebih tinggi ini dapat mengurangi kepadatan Pelabuhan Merak di malam hari.

ASDP memprediksikan jumlah penumpang di Pelabuhan Merak mencapai 1,42 juta penumpang tumbuh dari tahun sebelumnya sejumlah 1,35 juta penumpang. Sementara jumlah perjalanan pun meningkat menjadi 2.412 dari tahun sebelumnya sejumlah 2.342 perjalanan.

Kendaraan roda empat yang menyeberang diprediksi mencapai 179.516 unit dari tahun 2018 sebanyak 170.968. Sementara roda dua menjadi 108.894 dari 103.709 pada 2018.

Sementara itu, jumlah penumpang dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak diprediksi bertambah menjadi 1,29 juta penumpang dari tahun sebelumnya 1,23 juta penumpang. Jumlah perjalanan meningkat menjadi 2.424 dari 2.353 pada 2018.

Di sisi lain, jumlah kendaraan roda empat yang menyeberang diprediksi meningkat menjadi 168.009 unit dari 156.199 unit. Jumlah kendaraan roda dua yang menyeberang diprediksi naik dari 87.876 unit menjadi 92.269 unit. (RUL/NET)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: