Lima PSK Diciduk, Tarif Kencannya Hanya Rp100 ribu

Lima PSK yang kerap mangkal disekitaran Jalan Gatot Subroto kawasan Manis Jaya, Kecamatan Jatiuwung diamankan petugas Satpol PP.

TANGERANG,BANPOS- Trotoar yang berhimpitan dengan tembok tinggi pagar pabrik di Jalan Gatot Subroto kawasan Manis Jaya, Kecamatan Jatiuwung menjadi lokalisasi prostitusi jalanan.

Deru suara truk pengangkut kontainer dan kendaraan besar lainnya yang melintas di jalan nasional ibarat menjadi “musik romantis” pengantar kencan pekerja seks komersial (PSK) dengan pria hidung belang.

Di tepian jalan nan bising dan berdebu itu, wanita yang sudah tak muda lagi menjajakan diri. Hanya beralaskan kardus dan tirai spanduk bekas yang dikaitkan dengan batang pohon penghijauan, di situ menjadi ruangan kencan memadu birahi.

Dua anggota Tim Kalong Wewe Bidang Gakumdu mengendari motor ke lokasi tersebut, berpura-pura menjadi tamu. Anggota Tim Kalong Wewe melakukan transaksi dengan PSK paruh baya.

Tawar menawar pun terjadi. Harga disepakati, Rp100 ribu, sekali booking, tiga wanita, padahal Tim Kalong Wewe yang melakukan penawaran hanya dua orang. “Kita tunggu teman satu orang, jadi kita main semua. masing-masing pasangan,” kata salah seorang Tim Kalong Wewe kepada para penjaja cinta sesaat tersebut.

Setelah menunggu sekitar 10 menit, tiba lah mobil Tim Kalong Wewe. Seketika itu pula mereka diciduk langsung dinaikkan ke dalam mobil. Sebelumnya tim telah berhasil menjaring satu PSK di lintasan perbatasan kota itu. Mereka yang terjaring operasi di Jalan Gatot Subroto itu Nunung, Lina, Atun dan Imas.

“Di Jalan Gatot Subroto wilayah Manis Jaya, Kecamatan Jatiuwung malam Tim Kalong Wewe Gakumda melakukan penyamaran sebagai lelaki hidung belang. Alhasil empat orang PSK terciduk di lokasi mangkal yang dilengkapi tempat memadu kasih. Kami menerima laporan warga yang resah terhadap munculnya kupu-kupu malam di bulan Suci Ramadan,” jelas Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang usai melakukan operasi PSK, Selasa (21/5) dini hari.

Malam itu, Tim Kalong Wewe bergerak menyusuri Jalan Oto Iskandar Dinata (Otista) Karawaci. Di depan penginapan yang kerap dijadikan ajang “ngamar” pasangan haram ini, tim berhasil menciduk satu orang PSK. Siti Jun tengah duduk menunggu tamu di teras penginapan kelas melati, dihampiri anggota Kalong Wewe yang melakukan penyamaran.

Tawar menawar dilakukan dan harga disepakati serta tempat kencan disetujui, mereka berdua berjalan ke lokasi ngamar di gedung sebelah. Setelah keluar gerbang hotel melati, di tepi Jalan Otista langsung dimasukkan je dalam mobil Tim Kalong Wewe yang telah menunggu.

“Di Otista ada juga yang menjajakan diri. Namun itu kami gebah agar tidak mangkal di wilayah Kota Tangerang, sebab dia itu waria. Kami menjaring wanita PSK, bukan waria. Kami tidak ingin salah ciduk dalam operasi penegakan Perda Kota Tangerang 8/2005 tentang Pelarangan Pelacuran ini. Total PSK yang herhasil kami jaring pada Selasa dinihari sebanyak lima orang,” jelas Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang.

Kalong Wewe Gakumda Satpol PP Kota Tangerang  merespon aduan masyarakat dan  menindak segera  pelanggar Perda No 08 tahun 2005 tentang Prostitusi. Bidang Gakumda terus-menerus melakukan penegakan Perda Kota Tangerang untuk tercipta kota lebih tertib.

Operasi PSK ini didampingi Kasi Penegakan, Tatang Sumantri, Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan staf Bidang Gakumda Satpol PP. Kelima wanita PSK itu setelah didata oleh PPNS Gakumda selanjutnya dibuatkan berita acara penyerahan ke Dinas Sosial Kota Tangerang. (BNN/PBN)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: