Rasakan Manfaat Peserta JKN-KIS, Hilderia Berharap Segera Lekas Sembuh

Hilderia Sinaga, saat berada di Rumah Sakit Kurnia Serang untuk mendapatkan perawatan / RULIE SATRIA

SERANG, BANPOS – Satu dari jutaan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kembali merasakan manfaat dari program ini. Ia adalah Hilderia Sinaga (53), warga Komplek BPP, Pelamunan, Kramatwatu, Kabupaten Serang, ketika dirinya harus dilarikan ke Rumah Sakit Kurnia Serang, karena mengalami hipokalemia.

Besar manfaat yang dirasakan Hilderia adalah, dirinya tidak khawatirkan akan besar biaya pengobatan, karena telah menjadi peserta mandiri program JKN-KIS BPJS Kesehatan. Terlebih, bahwa ada anggapan di luar sana mengenai sulitnya mendapatkan jaminan kesehatan dari rumah sakit karena menggunakan BPJS Kesehatan, tidak dirasakan oleh-nya.

“Saya sangat bersyukur telah menjadi peserta mandiri BPJS Kesehatan. Sejak mendaftar tahun 2014 lalu, banyak sekali manfaat yang saya rasakan terutama dalam hal biaya pengobatan kesehatan. Terlebih, diusia saya saat ini (53) yang sangat rentan sekali menderita penyakit yang tak terduga,” ujar Hilderia saat ditemui, Kamis (16/5).

“Jika program kesehatan dari pemerintah ini dihapus, mungkin sudah habis puluhan juta bagi saya untuk berobat selama setahun. Namun, dengan adanya JKN-KIS dari BPJS Kesehatan ini tidak sama sekali mengeluarkan uang selama pengobatan, sebab adanya program gotong royong yang diterapkan,”.

Kini, harapan besar pun tercurahkan Hilderia, untuk segera lekas sembuh serta dapat kembali beraktivitas sedia kalanya.

“Adapun harapan saya kepada BPJS Kesehatan, Program JKN-KIS untuk terus berjalan. Karena adanya sistem gotong royong itulah, masyarakat dapat kemudahan pembiayaan kesehatan dirumah sakit maupun faskes kesehatan lainnya.” Pungkas Hilderia.

Diketahui, Hipokalemia adalah kondisi ketika kadar kalium dalam aliran darah berada di bawah batas normal. Dalam kondisi normal, kadar kalium di dalam darah berkisar antara 3,6 sampai 5,2 milimolar per liter (mmol/L).

Namun, apabila kadar kalium sangat rendah, yakni kurang dari 2,5 mmol/L, maka hal tersebut bisa berbahaya atau bahkan menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani. (RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: