Antisipasi People Power, Pendekar Banten Bersatu

Para peguron Banten, yang dipimpin Ketua DPP Perguron Terumbu Pusat, Yadi Sufiyadi, saat menyatakan sikap tolak people power, di Kantor Sekred Terumbu Banten, Jalan Raya Penggantungan, Kota Serang, Sabtu (18/5) malam / RULIE SATRIA

SERANG, BANPOS – Pasca pesta demokrasi serentak (Pemilu dan Pilkada) yang digelar 17 Maret 2019 lalu, bangsa Indonesia kini dihadapi isu-isu mengkhawatirkan (People Power), diduga mengancam keutuhan NKRI.

Atas kekhawatiran tersebut, pendekar di Banten bersatu menyatakan sikap untuk menolak adannya People Power. Bahkan para pendekar dari tanah jawara itu pun siap untuk ikut serta membantu pengamanan KPU RI, jika memang dibutuhkan.

“Jadi untuk sekarang kita percayakan sepenuhnnya kepada TNI dan Polri yang mengamankan proses perhitungan suara di KPU RI. Kita mah hanya mendoakan saja dari sini, agar Indonesia aman, damai dan tentram,” ungkap Ketua DPP Perguron Terumbu Pusat, Yadi Sufiyadi, seusai memimpin pernyataan sikap seluruh pendekar di Banten untuk menolak adannya People Power, di Kantor Sekred Terumbu Banten, Jalan Raya Penggantungan, Kota Serang, Sabtu (18/5) malam.

Dalam pernyataan sikap penolakan People Power tersebut, Ketua Perguron Terumbu Pusat, Yadi Sufiyadi, turut menghimbauan kepada masyarakat Banten untuk tidak ikut serta dalam People Power, dan sabar menunggu hasil dari keputusan KPU RI.

Diketahui, beberapa peguron (perguruan) pecak silat asal Banten berkumpul diantaranya, Terumbu Banten, Bandrong, perguruan silat Cimande

“Banten ini sudah kondusif aman dan nyaman. Makannya dimohon untuk warga Banten, tidak terbawa provokasi atas kabar yang tak benar. Lebih baik kita menunggu keputusan KPU RI pada 22 Mei 2019, dan doa bersama untuk kedamaian Indonesia,” kata Yadi.

Kemudian diakhir acara pernyataan sikap, seluruh pendekar Banten berharap untuk peserta Pemilu 2019 bisa menerima hasil keputusan KPU RI pada tanggal 22 Mei 2019.

“Yang kalah harus legowo. Sedangkan bagi pemenang janganlah jumawa, dan bisa merangkul seluruh komponen masyarakat setiap Daerah di Indonesia.” Pungkas Yadi.

Adapun pernyataan sikap tersebut diantaranya:

1. Akan setia menjaga Pancasila dan undang-undang dasar 1945.

2. Mengajak umat Islam untuk meningkatkan Ukhuwah Islamiyah, menjalin silaturahmi, menghindari fitnah dan tindakan melawan hukum.

3. Menghimbau umat Islam untuk bersama-sama mewujudkan stabilitas keamanan yang kondusif mengedepankan persamaan diatas perbedaan.

4. Mengajak umat Islam menangkal aksi-aksi provokasi, senantiasa mentaati peraturan dan perundang-undangan yang belaku, serta tidak terpancing ikut melakukan aksi inkonstitusional seperti people power untuk menolak hasil pemilu yang sah.

5. Menghimbau seluruh komponen bangsa menerima keputusan KPU untuk menetapkan siapapun Presiden dan Wakil Presiden terpilih sesuai aturan undang-undang yang berlaku

(RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: