Gubernur Banten Ajak Ulama Bersatu, Antisipasi Potensi Kericuhan People Power

Gubernur Provinsi Banten Wahidin Halim (WH), saat menggelar buka bersama para tokoh agama dan masyarakat Banten di kediaman Gubernur Banten, Kamis (16/5) / RULIE SATRIA

SERANG, BANPOS – Pasca Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019, Gubernur Provinsi Banten Wahidin Halim (WH), menghimbau masyarakat untuk kembali bersatu dan menjunjung tinggi nilai – nilai perdamaian, sehingga tidak ada perpecahan di Banten.

Hal tersebut disampaikan Wahidin Halim dalam kegiatan buka bersama ratusan ulama, para tokoh agama dan masyarakat, serta kepala OPD di lingkungan Pemprov Banten. Kegiatan tersebut digelar dikediaman Gubernur Banten, Kota Serang, Kamis (16/5), dengan tema ‘Merajut Silaturahim untuk Kedamaian Negeri’.

Patauan BANTEN POS, Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir, Danrem 064 MY Kolonel Inf Windiyatno, Ketua MUI Banten AM Romly, tokoh ulama Ustad Enting dan KH. Maemun Alie, ketua paguyuban urang Banten Taufiqurrahman Ruki, dan tokoh pendiri Provinsi Banten, H. Embay Mulya Syarief, tampak hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Wahidin Halim menyampaikan kegiatan tersebut bertujuan untuk mempersatukan dan menguatkan silaturahim antara ulama umara di Banten. Peran para ulama ini sangat menentukan dalam menyatukan perbedaan pandangan terkait pemilu 2019.

“Agar Banten tetap kondusif terlepas dari panasnya perpolitikan, kita harus merajut bersama, Banten ini tidak boleh terpecah belah. Jadi kegiatan ini untuk mempersatukan warga Banten,” ujarnya.

Menurutnya sejak pelaksanaan pemungutan pemilu 2019, masyarakat Banten rentan terpecah belah. Untuk itu ia berharap kegiatan silaturahim ini dapat meredam potensi perselisihan di masyarakat Banten.

“Kita lihatkan semua ulama di sini bersatu duduk bersama tidak ada perselisihan apapun. Saya ingin Suasan Banten ini damai. Disamping saya juga khawatir ada perang saudara di Banten. Tapi saya yakin Banten bisa bersatu dan saya harap para kiyai juga dapat menyatukan semua umat untuk Banten yang damai dan aman. Yang kita butuhkan Banten adalah bersama -sama membangun Banten lebih baik,” ujarnya.

Ketua MUI Banten AM Romly berharap masyarakat Banten dapat bersatu pasca pemilu 2019. Menurutnya gerakan people power itu sudah selesai pada pemungutan suara pada 17 April 2019. Masyarakat Banten harus bersatu untuk mewujudkan kedamaian dan kenyamanan di lingkungan masyarakat Banten.

“Kita semua ini bangsa indonesia, tanah air indonesia, ideologi kita adalah Pancasila. Tidak ada lagi 01 dan 02 . Kita semua harus ijtihad politik untuk merajut persatuan. Mari kita wujudkan Indonesia bersatu, Banten bersatu. Sekarang pendukung 01 ditambah 02 jadi 03 yaitu Persatuan Indonesia. Kita semua harus bersatu dalam bingkai persatuan Indonesia,” ujarnya.

Pihaknya berharap masyarakat Banten tidak membuat gaduh pada hasil pemilu yang diumumkan pada 22 Mei 2019. Masyarakat harus lebih dewasa dalam menyikapi proses tahapan pemilu 2019.

“Kita menolak segala bentuk kegiatan apapun yang dapat mengancam persatuan masyarakat di wilayah Banten. Mari kita wujudkan masyarakat yang damai dan nyaman. Jangan sampai perbedaan kita menimbulkan hal hal yang dapat memcah belah kita. Maka dari itu kita sama sama menghindari potensi perselisihan,” ucapnya.

Ketua Paguyuban Urang Banten, Taufiqurrahman Ruki, dalam kesempatannya juga menghimbau masyarakat Banten untuk menghargai kesepakatan dan aturan yang telah ditetapkan, terkait hasil pemilu 2019.

“Saya kira, masyarakat harus berpikir dewasa dalam berbangsa dan bernegara. Sebab, sangat disangkan apabila bangsa ini terpecah akibat adanya perbedaan dalam menentukan pemimpin negeri ini. Adapun keputusan hasil pemilu yang tidak puas dari salahsatu kubu, sebaiknya gunakan jalur hukum yang ada, dan jangan menggunakan kekuatan – kekuatan sekelompok orang untuk melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan bangsa ini,” tuturnya.

Sama halnya dengan Taufiqurrahman Ruki, tokoh pendiri Provinsi Banten, H. Embay Mulya Syarief, juga menyerukan agar masyarakat khususnya di Banten tidak terprovokasi adanya ajakan-ajakan untuk memecah bela bangsa.

“Sangat disayangkan, apabila bangsa ini khususnya masyarakat Banten terpecah belah pasca pemilu 2019 kemarin. Siapapun yang ditetapkan pada 22 Mei mendatang, adalah atas ketetapan Allah, dan manusia hanya jadi perantara saja. Insya allah, masyarkat dapat menjaga keutuhan Provinsi Banten ini dari hal-hal yang tidak diinginkan.” Pungkasnya. (RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: