Rehabilitasi TPSA Cilowong Terkendala Anggaran

Kepala DLH Kota Serang Ipiyanto

SERANG,BANPOS- Kondisi Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong setelah terjadi bencana longsor beberapa waktu yang lalu masih belum pulih dengan sempurna.

Pasalnya, masyarakat di sekitar TPSA Cilowong masih merasa takut apabila tragedi longsor kembali terjadi karena kondisi fasilitas yang belum diperbaiki.

Kendati demikian, Pemkot Serang hingga saat ini masih belum bisa berbuat banyak. Hal tersebut dikarenakan Pemkot Serang belum memiliki anggaran untuk melakukan perbaikan TPSA Cilowong.

 

 

Di tempat lain, Kepala DLH Kota Serang, Ipiyanto, mengatakan bahwa secara kelembagaan DLH, belum ada pembicaraan resmi mengenai perbaikan TPSA Cilowong.

“Kalau pembicaraan resmi untuk rehabilitasi itu belum ada, namun kalau rencana-rencana terutama rencana dari saya sendiri, sudah ada,” katanya.

Ipiyanto menjelaskan, perbaikan yang telah direncanakan oleh dirinya selain berupa perbaikan sarana, juga penguatan terhadap wilayah yang dijadikan TPSA menggunakan pohon-pohon yang akan ditanam oleh pihaknya.

“Iyah saya sudah merencanakan untuk menanam pohon Jati. Karena, pohon jati merupakan tanaman yang dapat menahan longsor di tebing-tebing Cilowong,” ungkapnya kepada BANPOS saat ditemui di kantornya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa selain menanam pohon jati untuk menahan longsor, ia juga merencanakan untuk menanam tanaman yang dapat menghasilkan aroma yang wangi. Sehingga, polusi udara yang ditimbulkan dari sampah tersebut dapat diminimalisir.

“Tanamannya seperti melati yang dapat menyebarkan aroma yang wangi itu mau saya tanam juga. Agar setidaknya bau yang ditimbulkan oleh sampah yang menumpuk dapat diminimalisir,” terangnya.

 

Sementara itu, Wakil Walikota Serang, Subadri Usuludin, mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang berkomunikasi secara intens dengan Kementrian dan Pemerintah Provinsi guna meminta bantuan anggaran untuk memperbaiki TPSA Cilowong.

“Januari yang lalu, setelah longsor kami langsung berkirim surat dengan pusat dan Provinsi untuk meminta bantuan anggaran guna memperbaiki TPSA Cilowong ini,” ujarnya kepada awak media.

Menurutnya, hal tersebut dikarenakan Pemkot Serang tidak sanggup untuk menanggung biaya perbaikan Cilowong menggunakan APBD sendiri. Sehingga, langkah untuk meminta bantuan anggaran dirasa merupakan langkah yang tepat.

“Karena kalau TPSA Cilowong itu kami yang atasi sendiri, sudah pasti kami tidak sanggup karena keterbatasan anggaran,” terangnya. (MG-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: