Petahana Berguguran, Anak WH Gagal dan Adik Andika Melenggang

Ketua KPU Kota Serang, Ade Jahran beserta jajarannya menyalami Komisioner KPU dan Bawaslu Banten usai memberikan hasil Pemilu 2019 saat Rapat Pleno Rekapitulasi Suara di Kantor KPU Banten, Minggu (12/5/2019).

SERANG,BANPOS- Setelah melalui proses yang sangat alot, akhirnya KPU Banten telah merampungkan rekapitulasi untuk pemilihan Calon Anggota DPD RI dan DPR RI, Senin (13/5/2019).

Berdasarkan data yang diperoleh dari KPU Banten, 22 kursi yang diperebutkan para caleg DPR RI asal Banten banyak memunculkan kejutan.

Kejutan paling mencolok terjadi di dapil 1 Banten Kabupaten Pandeglang-Lebak dan dapil 3 Tangerang Raya. Para petahana yang mencoba peruntungannya kembali di pemilu kali ini, banyak yang berguguran dan digantikan oleh para caleg pendatang baru.

Di dapil Banten 1 misalnya, terjadi persaingan di internal Partai Gerindra. Caleg petahana, Anda, harus terlempar dan digantikan oleh Wakil Ketua DPRD Banten Ali Zamroni yang mencoba peruntungan dengan naik tingkat mencalonkan diri ke DPR RI. Ali Zamroni berhasil menggeser Anda dengan perolehan 56.792 suara, dan unggul tipis dari rekan satu partainya tersebut yang hanya memperoleh 50.140 suara.

Selain Gerindra, persaingan antar caleg di internal partai politik juga terjadi terhadap Partai Demokrat. Petahana Vivi Sumantri Jayabaya, harus terlempar dari perebutan 1 kursi dapil Banten 1 usai tersingkir oleh pendatang baru Rizki Aulia Rahman Natakusumah dengan raihan 56.123 berbanding 53.446 suara.

Meskipun baru, Rizki bagi warga Pandeglang bukanlah orang asing. Ia merupakan putra dari Dimyati Natakusumah, suami Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Selain Rizki, satu kursi DPR RI dapil Banten 1 dipastikan akan diisi oleh ayahnya, Dimyati Natakusuma. Dimyati yang tahun ini berpindah partai ke PKS dari PPP, berhasil mencatatkan suara individu caleg tertinggi dengan perolehan 67.150.

Sementara, 3 kursi lainnya diisi masing-masing oleh petahana dari PDI Perjuangan Hasbi Asyidiki Jayabaya dengan 40.181 suara, istri Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Adde Rosi Khaorunnisa dari Partai Golkar dengan suara paling tinggi sebesar 72.461 dan Iif Miftahul Khoir dari PPP dengan 49.993 suara.

Dominasi wajah baru juga terjadi di dapil 3 Banten Tangerang Raya. Tercatat, hanya ada 4 petahana yang berhasil mempertahankan kursinya di Senayan. Mereka adalah Sufmi Dasco Ahmad dari Partai Gerindra dengan raihan 99.002 suara, Marinus Gea dari PDI Perjuangan dengan 41.471 suara, Andi Achmad Dara dari Partai Golkar dengan 84.111 suara dan Ali Taher dari PAN dengan 71.945 suara.

Sedangkan 6 kursi sisanya, berhasil direbut oleh para tokoh lokal yang meramaikan bursa persaingan menuju Senayan. Di antaranya dua kursi diperolah PDI Perjuangan yaitu Rano Karno dengan 274.294 suara dan Ananta Wahana 26.662 suara, mantan politisi Partai Hanura yang sekarang berlabuh ke PKB, Rano Alfath dengan 83.416 suara, dan Martina dari Partai Gerindra dengan perolehan 28.539 suara. Selanjutnya, Mulyanto dari PKS dengan 74.772 suara dan Zulfikar dari Partai Demokrat dengan 60.064 suara.

Pengamat politik Untrita Leo Agustino mengatakan, kejutan sejumlah wajah baru yang berhasil menggeser kursi petahana di Senayan, terjadi karena sejumlah faktor. Salah satunya, kuatnya efek ketokohan dari para caleg penantang yang sudah tentu telah memiliki basis jaringan yang besar di wilayah dapilnya tersebut.

“Contohnya kan persaingan di Partai Demokrat. Vivi yang menjadi petahana, harus tersingkir sama putranya Pak Dimyati. Warga Pandeglang tentu sudah tidak asing lagi dengan nama itu, hingga akhirnya memberikan keuntungan untuk Rizki ketika turun mencari suara di masyarakat,” kata Leo.

Ia mejelaskan, selain faktor ketokohan, persaingan antar kubu keluarga di dapil Pandeglang-Lebak ini, juga menimbulkan indikasi adanya pengerahan pemilih melalui pola vote buying atau jual beli suara. Indikasi itu diperkuat, lantaran salah satu persaingan yang terjadi di internal Partai Demokrat di dapil 1 Banten, melibatkan dua keluarga yang saat ini sama-sama menguasai wilayah Kabupaten Pandeglang dan Lebak.

Vivi yang merupakan petahana, didukung oleh keluarga Jayabaya yang saat ini menempatkan sepupunya, Iti Oktavia Jayabaya sebagai Bupati Lebak. Sementara di kubu Rizki, tentu akan disokong oleh ibunya Irna Narulita, yang saat ini berstatus sebagai Bupati Pandeglang.

“Fenomena ini sudah saya temukan saat saya bersama peneliti yang lain melakukan survei di beberapa daerah lain yang persaingan antar keluaganya sangat kuat. Jadi, tidak menutup kemungkinan kasus ini juga bisa terjadi di Banten, khususnya dapil 1 itu,” paparnya.

Di dapil 3 Tangerang Raya, Leo menganggap banyaknya wajah baru yang mendominasi kursi di Senayan, terjadi lantaran mereka merupakan tokoh politik yang sudah memiliki elektabilitas kuat di tingkatan lokal. Sehingga, saat mencoba peruntungan dengan naik tingkat ke persaingan caleg DPR RI, para pendatang baru tersebut sudah memiliki modal dan pengalaman yang kuat untuk bersaingan dengan para petahana.

“Di dapil 3 kan ada Rano Karno. Nama ini sudah tentu sangat populer di kalangan masyarakat. Nama-nama yang lain juga tidak jauh beda. Mereka minimalnya sudah punya modal politik di daerah sehingga masyarakat juga tidak asing lagi,” tuturnya.

Sementara, di dapil 2 Banten yang meliputi Kota/Kabupaten Serang dan Kota Cilegon, Leo beranggapan bahwa kekuatan petahana masih belum mampu digoyang oleh para caleg baru. Tercatat, di dapil ini hanya mantan Walikota Serang Tb. Haerul Jaman dari Partai Golkar yang bisa menggeser petahana dengan raihan 76.147 suara. Disusul Wakil Ketua DPRD Banten Nuraeni dari Partai Demokrat dengan 52.065 suara, dan Jajulu Juwaeni dari PKS dengan 68.538 suara.

Sedangkan jatah kursi sisanya, tetap didominasi oleh caleg petahana seperti politisi Partai Gerindra Desmon J Mahesa dengan raihan 103.837 suara, politisi PDI Perjuangan Ichsan Soelistio dengan 25.651 suara dan politisi PAN Yandri Susanto dengan 62.509 suara.

“Memang agak sulit untuk bersaing di dapil ini. Selain dapil neraka, caleg yang maju juga merupakan andalan di masing-masing partainya,” paparnya.

Selain untuk anggota DPR RI, KPU Banten juga telah merampungkan rekapitulasi untuk pemilihan Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.Berdasarkan hasil rekapitulasi, terdapat empat nama yang melenggang ke kursi senator di Senayan yaitu Andiara Aprilia Hikmat, Habib Ali Alwi, Abdi Sumaithi dan Tb. Ali Ridho Azhari.

Andiara yang merupakan adik kandung dari Wakil Gubernur Banten  Andika Hazrumy mendapatkan raihan suara tertinggi dengan jumlah 1.187.788 pemilih. Disusul Habib Ali Alwi dengan 547.962, Abdi Sumaithi 364.044 dan Tb. Ali Ridho Azhari 349.450 pemilih. Dominasi Andiara terlihat jauh mengungguli para pesaingnya berdasarkan hasil penghitungan di 8 kabupaten/kota di Banten.

Sementara, anak Gubernur Banten Wahidin Halim (WH), M. Fadhlin Akbar, gagal melenggang ke Senayan setelah hanya menempati posisi ke 9 dari 26 calon DPD asal Banten. Fadhlin yang tahun ini mencoba peruntungan dengan mencalonkan diri sebagai calon anggota senator nomor urut 36, harus puas dengan perolehan suara sebanyak 230.918.

Kepada BANPOS, Andira mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT dan terimakasihnya kepada masyarakat Banten yang telah kembali memberikan keparcayaan kepadanya. Dirinya berjanji akan terus memperjuangkan suara masyarakat Banten di tingkat pusat.

“Syukur dan terima kasih atas amanah yang kembali dipercayakan, amanah ini akan dijaga, akan saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk memperjuangkan masyarakat Banten di Pusat,” ungkap Andiara.

Ketua KPU Banten Wahyul Furqon mengatakan, hasil pleno rekapitulasi ini akan diserahkan ke KPU RI untuk diplenokan kembali di tingkat pusat. Meskipun sudah dapat dipastikan gambaran komposisi untuk 22 kursi DPR RI dari Banten, namun kata Wahyul, hasil rekapitulasi ini perlu menunggu keputusan penetapan terlebih dahulu dari KPU RI.

“Dalam beberapa hari ke depan kita akan melaksanakan pleno di KPU RI. Yang jelas, Alhamdulilah pleno rekapitulasi di tingkat Provinsi Banten saat ini sudah diselesaikan,”ungkapnya singkat. (RUS/DIK/ENK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: