Pelayanan Puskesmas di kawasan Serang Utara Dikeluhkan

Ilustrasi

SERANG,BANPOS- Kurang maksimalnya pelayanan kesehatan dan obat-obatan di berbagai Puskesmas Serang Utara membuat banyak pasien tidak percaya dengan kinerja Puskesmas. Ditambah dengan kurangnya SDM di Puskesmas tersebut, menjadi keluhan Kepala Puskesmas menghadapi protes dari warga setempat.

Kondisi ini dibenarkan oleh Keluarga Forum Pemuda Desa Kecamatan Tirtayasa, Muhit bahwa kurangnya SDM di Puskesmas khususnya Tirtayasa, Lebak Wangi dan Pontang membuat warga kesulitan mendapatkan pelayanan dasar. Kalau pun ada pelayanan dasar yang diberikan, tidak maksimal karena kurangnya tenaga medis di Puskesmas tersebut.

“Terlebih kalau ada yang minta rujukan ke rumah sakit, itu sulit sekali karena driver tidak selalu stay. Ini merupakan salah satu dampak kurangnya SDM di Puskesmas-Puskesmas daerah sini (Pontang, Tirtayasa, Lebak wangi),” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Muhit, SDM yang dimaksud mulai dari dokter, perawat serta driver ambulans. Dilihat dari sektor lain, Muhit menjelaskan bahwa Stunting masih menjadi momok menakutkan di wilayah Serang Utara.

“Kasus gizi buruk dan stanting itu sangat mengkhawatirkan. Mudah-mudahan nggaada korban, yang jelas angka stanting masih sangat tinggi terutama di wilayah-wilayah pesisir dekat laut,” ujarnya.

Muhit beserta Forum Pemuda Desa yang dirintisnya, berencana akan melakukan observasi di wilayah Carenang dan Binuang untuk permasalahan kesehatan gizi buruk yang juga dikhawatirkan. Yang paling utama, kata Muhit adalah kasus pada balita yaitu stunting.

“Selain stunting tadi, menurut informasi warga Tirtayasa, jatuh korban balita terjangkit DBD dua orang,” ujarnya.

Muhit menegaskan, banyaknya kasus yang terjadi karena SDM yang kurang memadai. Dirinya berharap agar pemerintah cepat tanggap dan merespon keluhan-keluhan kepala Puskesmas terkait kurangnya tenaga medis.

“Karena memang permasalahan SDM ini kansangat fundamental yang merupakan kebutuhan dasar bagi setiap instansi pelaksana kesehatan,” tuturnya.

Dengan lulusan bidan yang sangat banyak, Muhit pun mengakui di wilayah Serang Utara tidak terhitung jumlah lulusan bidan dan perawat. Namun karena beberapa alasan, para lulusan bidan tersebut tidak dapat bergabung dalam melayani kesehatan di Puskesmas setempat.

“Mudah-mudahan Pemerintah memberikan kelonggaran untuk memberikan ruang para sarjana kesehatan ini mengabdi di sekitar tempat tinggalnya,” ujarnya.

Ketua Gerakan Mahasiswa Serang Utara, Imron Nawawi menggungkapkan hal yang sama. Bahkan, kata dia dikatakan sangat miris sampai terjadi pasien yang tidak lagi percaya dengan keberadaan Puskesmas.

“Maka dari itu, kita menuntut Pemkab Serang agar hadir dalam menyelesaikan persoalan kesehatan ini. Karena kami anggap pemkab serang sampai saat ini lalai dalam bidang kesehatan,” tegasnya.

Di tempat lain, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah angkat bicara soal kurangnya SDM di Puskesmas wilayah Serang Utara. Dirinya mengakui bahwa masih kurangnya tenaga medis di Dinas Kesehatan Kabupaten Serang.

“Kalau tenaga medis memang masih kurang, di Dinkes ya. tentunya tenaga medis masih kurang juga di puskesmas,” ujarnya, Senin (13/5).

Tatu berharap, hasil dari penerimaan CASN dengan konsentrasi di bidang kesehatan, dapat memenuhi kebutuhan di setiap Puskesmas maupun Dinas Kesehatan. Sehingga tidak ada lagi persoalan kekurangan SDM yang membuat penanganan dasar Puskesmas dinilai buruk.

“Mudah-mudahan dengan kemaren kan sudah berangsur CASN, mudah-mudahan ini bertahap menjawab persoalan-persoalan yang sudah ada,” ujarnya.

Hingga berita ini dimuat, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang tidak merespon saat dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut. Baik melalui telepon seluler maupun pesan WhatsApp oleh wartawan BANPOS. (MG-04)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: