LKPj Walikota 2018, Pemkot Serang Terima Banyak Rekomendasi

Wakil Ketua DPRD Kota Serang Bambang Janoko menyerahkan catatan serta rekomendasi atas LKPj Walikota 2018, kepada Wakil Walikota Serang Subadri Usuludin, Senin (13/5/2019).

SERANG,BANPOS- Rapat paripurna DPRD Kota Serang mengenai Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun 2018 Walikota Serang dipenuhi dengan rekomendasi.

Penyampaian rekomendasi tersebut dilakukan oleh Ketua Pansus LKPJ Walikota Serang tahun 2018, Mochamad Rus’an. Dalam catatan dan rekomendasi tersebut, berdasarkan hasil pantauan BANPOS selama rapat paripurna berlangsung, Pansus membagi menjadi dua kriteria, yaitu pelayanan dasar dan non pelayanan dasar.

Pada pelayanan dasar, Pansus memberikan banyak sekali catatan dan rekomendasi diantaranya mengenai tingginya angka kematian ibu dan bayi, gizi buruk yang hingga saat ini mencapai angka 102 kasus, pengelolaan rusunawa yang tidak optimal, dan drainase yang rusak sehingga menyebabkan banjir.

 

Selain itu, banyaknya ASN di lingkungan Pemkot Serang yang tidak ditempatkan sesuai dengan kapasitas dan latar belakang pendidikannya juga menjadi catatan untuk Pemkot Serang. Pansus juga mengatakan bahwa Kota Serang minim Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Wakil Walikota Serang, Subadri, mengatakan bahwa segala catatan dan rekomendasi yang diberikan oleh Pansus LKPj akan diterima dan akan ditindaklanjuti.

“Tadi rekomendasinya cukup lumayan banyak, tapi tidak masalah. Artinya kami nanti akan tindaklanjuti mengenai catatan dan rekomendasi yang belum kami jalankan,” ujarnya saat ditemui di Aula DPRD Kota Serang, Senin (13/5/2019).

Ketua Pansus LKPj, Mochamad Rus’an, mengatakan bahwa secara garis besar, catatan dan rekomendasi yang diberikan oleh Pansus LKPj kepada pemkot Serang adalah untuk meningkatkan semangat dari seluruh OPD.

“Mayoritas di setiap OPD, terutama yang merupakan penghasil PAD, ini kurang maksimal dalam bekerja. Sehingga keinginan kami kedepannya dapat lebih maksimal lagi,” terangnya.

Selain itu, Rus’an juga menuturkan bahwa salah satu catatan terpenting yang disampaikan yaitu mengenai penempatan ASN yang tidak sesuai dengan kemampuan dan bidangnya.

“Oleh karena itu, kinerja dari ASN menjadi tidak optimal karena tidak sesuai dengan bidangnya. Seharusnya jika memang ingin optimal, misalkan orang yang berasal dari bidang kesehatan, tempatkan di kesehatan,” katanya. (MG-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: