JIHAD (Bagian 2/Tamat)

Dr. H. Mahfudin, M.Si

Oleh : Dr. H. Mahfudin, M.Si

Pengasuh Pondok Pesantren Arrahman Cidadap, Kota Serang

PEPERANGAN fisik jika dilihat dengan seksama ternyata ada dua macam, yaitu: menyerang, menjajah dan merampas hak-hak manusia, dan yang kedua mempertahankan diri dari serangan lawan. Nah, yang diidzinkan oleh Islam ialah memperthankan dan membela diri.

Contohnya: Indonesia tidak akan menjajah negara manapun, tetapi Indonesia tidak akan pernah merelakan negara, rakyat, agama, hak-hak dasar dan kehormatannya dijajah oleh siapapun dan negara manapun.

Dan bila itu terjadi maka wajib hukumnya melakukan jihad fisik demi membela tanah air dan kehormatan bangsa dan agama kita. Allahu Akbar,..Allahu Akbar,..Allahu Akabr,..

Jihad yang kedua, yaitu jihad ruhani yang berlaku terus sepanjang zaman, karena tidak membutuhkan waktu dan tempat. Dimana saja berada, umat islam wajib memerangi hawa nafsu dan sifat-sifat yang jelek sehingga mendapatkan ridlo Allah SWT.

Jihad yang ketiga, yaitu jihad jasmani dan rohani,  adalah memerangi kebodohan, keterbelakangan, kemiskinan, kebudayaan-kebudayaan buruk, ajaran-ajaran yang bertentangan dengan Islam, perang terhadap segala sesuatu yang menjurus kepada kekafiran atau perbuatan-perbuatan yang tidak diridloi oleh Allah SWT. Inilah yang disebutkan dalam Al-Qur’an Surat at-Taubah ayat 41:

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Termasuk di dalamnya adalah mencari ilmu, belajar hukum Islam dan mendakwahkannya, membangun madrasah, meramaikan masjid dan lain sebagainya. Olehkarena itu marilah dibulan yang penuh karunia ini kita belajar untuk memerangi hawa nafsu dengan meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.

Demikianlah  pemahaman yang benar dan komprehensif mengenai jihad sangat penting untuk generasi muslim sekarang dan yang akan datang. Hal ini bisa menghindarkan Islam dan diri kita sebagai umat Islam dari kesalahpahaman yang menyudutkan dan dan memperburuk citra umat Islam dan Islam itu sendiri. Semoga Allah swt selalu menjaga kebesaran Islam. (*)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: