Sambut Ramadan, Pemuda-Mahasiswa Adakan Pawai Obor

Sambut Ramadan, Komunitas dan HMI MPO Gelar Pawai Obor, Sabtu (4/5/2019)

SERANG,BANPOS- Menjelang bulan suci Ramadan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Komisariat UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten bersama Komunitas Muslim Muda adakan tarhib Ramadan dengan rangkaian acara longmarch pawai obor, Sabtu (4/5/2019) lalu. Salah satu rangkaian acara yaitu tausyiah dan pawai obor dimulai dari Masjid Ats-Tsauroh hingga ke Pendopo Bupati Serang.

Selain HMI MPO Komisariat UIN SMH Banten, turut hadir pula organisasi lainnya dan undangan yaitu keluarga Pondok Pesantren Al Abqori. Estimasi peserta yang terlibat dalam memeriahkan acara tarhib Ramadan tersebut mencapai 500 peserta.

Diungkapkan oleh ketua pelaksana, Arif 5firmansyah, acara berlangsung sangat meriah. Tidak hanya undangan yang hadir, para mahasiswa dan masyarakat pun turut memeriahkan pawai obor dengan berjalan kaki.

“Tujuan acara ini adalah menyambut bulan suci Ramadan, kami mengadakan acara ini meruapakan bentuk rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena masih dipertemukan dalam bulan yang mulia ini,” ujarnya.

Kemudian, dilanjutkan Arif, tarhib Ramadan ini juga sebagai ajang silaturahmi antar sesama muslim di kota serang khususnya. Selain itu, setelah pawai obor dilanjutkan dengan tausyiah dan doa.

“Silaturahmi, agar sesama muslim bersilaturahmi. Yang tadinya tidak bertemu jadi bertemu,” ujarnya.

Salah satu pengisi tausyiah, Ustadz Asep Deni mengatakan dengan diadakannya acara tarhib Ramadan ini tentunya diperintahkan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan. Karena bagi orang yang memiliki ilmu dan akal tentunya akan mengkondisikan diri, memposisikan bulan ini dengan sangat tinggi dan ini sebagai momen yang tidak boleh terlewatkan.

“Supaya selama durasi satu bulan penuh di bulan Ramadan ini tidak ada perbuatan-perbuatan yang sia-sia. Tidak ada kondisi-kondisi dimana kita melewatkan bulan itu begitu saja. Tetapi kita bisa mengisi bulan ini dengan maksimal,” ujarnya.

Artinya bisa mengisi dengan bentuk-bentuk ibadah, amal sholeh sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Asep melanjutkan, harapan dari kegiatan ini agar kaum muslimin tidak hanya menyambut bulan Ramadan ini sebatas penggugur kewajiban, sebagai ritual belaka.

“Harapannya dari tahun ke tahun itu ada satu trand ke arah positif dan peningkatan di bulan ini,” katanya.

Jadi, lanjut Asep, kalau tahun-tahun sebelumnya hanya sekedar mengisi bulan-bulan Ramadan dengan berpuasa seperti kalangan pada umumnya, di momen puasa Ramadan tahun ini adanya satu keinginan mengisi bulan Ramadan dengan kualitas yang lebih. Bagaimana mengisinya dengan menjadikan Ramadan sebagai syahru tarbiyah, yaitu sebagai bulan pendidikan.

“Kita jadikan Ramadan ini sebagai syahru amal, kemudian kita juga jadikan Ramadan ini jadi syahru tilawah sebagai bulan untuk membaca Al-Quran,” ujarnya.

Karena bulan Ramadan, kata Asep, Al-Quran diturunkan oleh Allah SWT. Harapannya setelah membacanya, disitu ada aplikasi, ada keinginan untuk menerapkan Al-Quran di dunia yang nyata. Kemudian dirinya menghimbau, agar menjadikan bulan Ramadan ini menjadi syahru da’wah.

“Ramadan itu bulan perjuangan. Bahkan Rosulullah SAW menjadikan bulan Ramadhan itu sebagai syahru jihad. Karena banyak perjuangan perjuangan yang dilakukan Rosulullah SAW itu justru terjadi di bulan Ramadhan,” tuturnya.

Jadi, lanjut Asep, Ramadan tidak dikesankan sebagai bulan yang menekankan jadi pasif. Karena banyak beristirahat, banyak tidur. Seharusnya Ramadan ini menjadi penyemangat bahwa di bulan ini merupakan bulan perjuangan. Bulan untuk memerangi maksiat, bulan untuk memberikan dakwah.

“Supaya orang bisa memahami makna islam secara dalam bukan hanya sampai kulitnya saja. Tetapi mereka bisa memahami islam itu secara kaffah karena Islam yang kita ketahui adalah islam yang rahmatallil Aalamiin,” tutupnya. (MG-04)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: