Musnakan Sabu 2 Kg, Polda Banten Ungkap Jaringan Narkoba Internasional

Pemusnahan Narkoba jenis Sabu di Polda Banten

SERANG, BANPOS – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten berhasil mengungkap jaringan besar Narkotika Internasional (Serang – Turki) jenis sabu seberat 2 kilogram dengan nilai Rp 3 miliar.

Pengungkapan berawal dari penyidikan kasus narkoba terhadap tersangka M Hasanuddin dan Asep Sanusi pada Selasa (12/2) lalu. Dari pengakuan sabu golongan 1 itu dibeli dari tangan tersangka Dillah lias Jordan alias AA (32).

Dari hasil pengembangan, Dillah ternyata jaringan besar di wilayah Banten dan kelompok Pakistan. Ia kemudian ditangkap pada Senin (18/3) Kampung Lembur Asem, Sidomukti Baros, Kabupaten Serang.

Dari situ, polisi juga menangkap tersangka Budi Iskandar (29), Ules (42) dan Yeni (51).

“Jaringan ini termasuk kelompok Internasional (Pakistan). Jika dirupiahkan, barang bukti sabu yang diamankan adalah seharga kurang lebih 3 Miliyar Rupiah” kata Kapolda Banten Irjan Tomsi Tohir kepada wartawan di Mapolda Banten, Serang, Senin (15/4/2019).

Tomsi mengatakan, pelaku mendapatkan barang melalui komunikasi dengan seorang narapidana bernama Achmed seorang WNA Iran di Lapas Tagerang. Ia diminta mengambil sabu dari orang tak dikenal di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Ia melanjutkan, barang haram ini rencananya akan dijual di kawasan Pandeglang dan Lebak. Bahkan, penyebarannya sudah dijual ke kampung-kampung.

Usai dilakukan Press Conference di Mapolda Banten, Senin (15/4/2019), sabu tersebut kemudian dimusnahkan Kapolda Banten bersama kiai kharismatik Abuya Muhtadi Dimyati dan jajaran Korem Maulana Yusuf.

Kapolda berharap, dengan adanya pengungkapan kasus tersebut bisa dijadikan sebagai peringatan baik dilingkungan, keluarga bersama-sama menjaui narkoba.

“Kalau sekali pakai (Transaksi Narkoba) kurang lebih sekitar 8 ribu terselamatkan. Apabila ada informasi sekecil apapun dapat dilaporkan kepada kami dan akan menindaklanjuti sebaik-baiknya,” pungkas Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir.

Diketahui, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), sub pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1), uu no.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal kurungan penjara seumur hidup. (RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: