KPU Cilegon: Distribusi Logistik Pemilu Capai 80%

Beberapa pekerja mengangkut kotak suara ke dalam mobil di Gudang Logistik KPU Kota Cilegon, Rabu (10/4). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon / mendistribusikan 1. 48 juta lembar surat suara Pemilu 2019 ke 8 Kecamatan dengan jumlah TPS 1.214 se-Cilegon / DZIKI OKTOMAULIYADI

CILEGON, BANPOS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon mulai mendistribusikan logistik Pemilu 2019 seperti kotak suara, bilik, tinta, surat suara ke kecamatan-kecamatan.

Untuk tahap awal, KPU Cilegon menyalurkan logistik Pemilu 2019 ke delapan kecamatan yang terjauh dan akses yang berat yang ada di Kecamatan Pulomerak seperti Lebak Gede dan lainnya.

Ketua KPU Kota Cilegon, Irfan AIfi mengatakan bahwa untuk logistik sudah mulai didistribusikan sejak 02 April lalu.
“Pendistribusian ini mengacu pada juknis (petunjuk teknis) yang ada yakni dengan memprioritaskan ke daerah-daerah yang jauh terlebih dulu. Selanjutnya, kami berharap pada saat pendistribusian segenap stakeholder bisa berperan aktif dalam melaksanakan fungsi dan tugas masing-masing terkait pendistribusian logistik Pemilu 2019,” kata Irfan kepada BANPOS, Rabu (10/4).

Dia juga mengharapkan pihak keamanan tetap mengawal pendistribusian logistik Pemilu 2019 tersebut sampai ke tempat tujuan dengan aman. KPU Cilegon menargetkan H-1 semua logistik Pemilu sudah di-drop ke masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Pendistribusian logistik yang aksesnya sulit dilalui, kami sudah siapkan plastik pembungkus. Untuk hari ini, pendistribusian logistik sudah mencapai 80 persen,” ujarnya.

Lebih lanjut, Irfan menjelaskan bahwa pihaknya mengaku pendistribusian logistik hampir selesai. “lni sudah mulai dan sekarang sambil berjalan. Sebenarnya efektifnya tanggal 9 April tapi range proses distribusi sudah bisa dilakukan mulai tanggal 02 sampai 3 april. Pendistribusiannya sudah hampir semua, memang belum 100 persen tapi sudah hampir sekitar 80 persen,” terang Irfan.

Irfan menerangkan bahwa untuk beberapa lokasi yang masih belum terdistribusi, diantaranya jumlah surat suara yang sebelumnya mengalami kekurangan dan rusak. Dalam waktu dekat ini, kekurangan surat suara akan dikirim oleh percetakan.

“Hanya ada beberapa saja seperti bilik, kotak suara yang belum terkirim. Direncanakan 1 sampai 2 hari, sudah selesai semua. Untuk surat suara, ada sekitar 4 ribu Iembar dari semua jenis (pileg dan pilpres) yang masih kurang. Semua kan sudah selesai, hanya surat suara yang kurang dan rusak saja yang belum terkirim. ltu sedang proses cetak, dalam satu sampai dua hari ini bisa selesai semua,” paparnya.

Irfan menambahkan bahwa logistik ke kecamatan tersebut, didistribusikan ke PPK yang selanjutnya untuk pendistribusian ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan dilakukan oleh Panitia Pemilihan Suara (PPS). Keseluruhan pendistribusian ini mendapat pengawalan dari Kepolisian dan diawasi Bawaslu Cilegon.

“Jadi semua proses itu dari KPU ke kecamatan, kemudian Kecamatan ke TPS, pendistribusiannya oleh PPK dan PPS. Proses itu ada pengawalan dari kepolisian dan Bawaslu. Untuk yang dari kecamatan ke TPS, (pendistribusian logistik) paling lambat H-1 (pencoblosan), paling cepat tanggal 15 sampai 16 april,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Cilegon Siswandi, menegaskan pihaknya akan mengawal pendistribusian logistik Pemilu 2019 tersebut sampai ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Siswandi juga meminta tetap ada koordinasi yang baik antara KPU, Bawaslu, dan kepolisian dalam pendistribusian logistik Pemilu. “Kami dari Bawaslu, yang penting kami awasi adalah tepat waktu, tepat sasaran, tepat tempat, dan tepat kualitas. Selanjutnya harapan kami kepada KPU agar koordinasi tetap berlanjut dalam pendistribusian logistik,” pungkasnya. (LUK/RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: