Bantu Kurir Narkoba, Oknum Sipir Lapas Tangerang Diamankan

Ilustrasi / ISTIMEWA

SERANG, BANPOS – Kasus narkotika kembali mengancam wilayah Privinsi Banten. Kali ini, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten berhasil mengungkap jaringan narkotika jenis sabu seberat 100 gram, di Lapas Kelas 1 Tangerang.

Adapun lima orang tersangka dalam jaringan tersebut berhasil diamankan oleh pihak BNNP Banten, terdiri dari AH (39) warga sipil alamat Cianjur, YS (34) warga sipil alamat Bandung, kemudian HB (46) warga binaan lapas Kelas 1 Tangerang Baru asal Cianjur, MM (32) warga binaan lapas Klas 1 Tangerang asal Serang dan FD (28) sipir lapas Klas 1 Tangerang alamat Serang.

Kepala BNNP Banten, Brigjen Tantan Sulistyana mengatakan, bahwa sebelum melakukan penangkapan pihaknya mendapatkan informasi akan adanya pengiriman satu paket sabu dari Cianjur ke Lapas Klas 1 Tangerang.

Tidak pikir panjang, pihaknya langsung mengirimkan personel-nya menuju ke Lapas Klas 1 Tangerang. “Ditemukan dua orang pemuda yang berinisial AH dan YS tengah menunggu oknum sipir Lapas Klas 1 Tangerang di parkiran. Mereka telah berkomunikasi untuk mengantarkan paketan sabu ke dalam Lapas,” ujar Tantan usai konferensi pers pemusnahan sabu di Kantor BNNP Banten, Rabu (10/4/2019).

Ditambahkan oleh Tantan, bahwa berdasarkan pemeriksaan sementara, tersangka AH dan YS mengirimkan paket Sabu tersebut atas perintah HB yang merupakan warga binaan lapas Klas 1 Tangerang dan akan dikirim ke dalam lapas dengan cara diambil oleh oknum sipir lapas tersebut.

“Kemudian tim melakukan control delivery dan berhasil melakukan penangkapan terhadap oknum sipir FD, kemudian tim juga melakukan penangkapan terhadap warga binaan lapas atas nama MM yang merupakan perantara yang memerintahkan oknum sipir untuk mengambil paket Sabu tersebut, dan juga warga binaan HB yang merupakan pemillk paket Sabu,” bebernya.

“Adapun oknum sipir tersebut adalah berstatus PNS di Kelas 1 Tangerang dan dari informasi sementar, dirinya baru pertma kali melakukan tindakan tersebut,” pungkasnya.

Kini para tersangka sedang diproses. Kelimanya dijerat pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat ( 1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun. (RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: