Permudah Pelayanan, Self Service SPBU Masih Dikeluhkan

Petugas SPBU di Jalan Ki Ajurum, Cipocok Jaya, Kecamatan Kota Serang, saat akan melayani konsumen menggunakan sistem Self Service, Selasa (9/4/2019) / RULIE SATRIA

SERANG, BANPOS – PT Pertamina (Persero) telah menerapkan pelayanan mandiri tanpa bantuan petugas SPBU atau dikenal Self Service untuk beberapa SPBU di berbagai wilayah, salah satunya SPBU di Jalan Ki Ajurum, Cipocok Jaya, Kecamatan Kota Serang.

Meski di klaim untuk mempermudah dan mempecepat pelayanan transaksi pembayaran, namun kenyataannya banyak konsumen yang mengeluhkan sistem penerapan self service tersebut, yang dianggap malah memperlambat pelayanan.

Adapun pantauan Bantenpos.co di SPBU, terjadi antrean panjang baik untuk pengisian kendaraan roda 2 maupun roda 4 atau lebih. Seperti yang dikeluhkan oleh Sri, pemilik kendaraan roda 4 asal Pandeglangn yang mengatakan, bahwa sistem self service sangat tidak efisien dan berbahaya.

“Sistem seperti ini tidak masuk akal ya. Kita bisa lihat, banyak terjadi antrean kendaraan yang ingin mengisi BBM. Ini aja lagi gak jam sibuk, gimana kalau lagi jam sibuk. Apalagi ini sangat berbahaya, sebab jika konsumen terjadi kesalahan, akibatnya bahan bakar minyak tersebut dapat tumpah dan bisa jadi akan mengenakan pakaian konsumen, karena tidak dilakukan oleh ahlinya. Ahli dalam hal ini tentu petugas SPBU. Pokonya, sistem ini sangat kacau menurut saya,” ujar Sri, Selasa (9/4).

Adapun konsumen SPBU lainnya seperti Fauzi mengutarakan, jika dirinya sangat mendukung sistem self service yang diterapkan oleh Pertamina ke SPBU-SPBU.

“Saya menilai, sistem ini sangat membantu konsumen dalam mempercepat layanan pengisian BBM. Jika saat ini terlihat terjadi antrean, menurut saya itu wajar. Karena konsumen belum terbiasa,” kata Fauzi.

Sementara Kosim, pihak SPBU saat dimintai keterangan mengatakan, uji coba sistem self service ini sudah diperkirakan akan terjadi pro dan kontra pada konsumen SPBU. Namun, dirinya berdalih jika penerapan yang dilakukan tersebut guna menghindari kesalahpahaman yang sering terjadi tuduhan ke petugas SPBU berlaku curang pada konsumen saat pengisian BBM.

“Selain mempermudah dan mempercepat pelayanan, sistem self service memberikan kepercayaan kepada konsumen saat pengisian BBM. Jadi, berapa total uang yang dikeluarkan, maka BBM yang terisi akan sesuai dengan harga tersebut,” kata Kosim.

“Adapula kerugian yang kami derita pada sistem yang lama, terkadang saat konsumen datang untuk mengisi BBM dan setelah terisi, mereka sering langsung kabur tanpa membayar. Disini sering terjadi. Maka kami berharap, sistem ini dapat berjalan baik dan konsumen dapat cepat beradapsi. Sehingga, antrean-antrean panjang yang sering terjadi dapat terselesaikan,” tambah Kosim.

Sri, konsumen SPBU asal Pandeglang saat lakukan pengsisian BBM dengan sistem Self Service / RULIE SATRIA

Diketahui, sistem self service SPBU merupakan penerapan dimana calon konsumen BBM terlebih dahulu membayar biaya yang akan dikeluarkan untuk mengisi BBM kepada petugas SBU, lalu konsumen akan diarahkan ke dispenser yang telah ditentukan dan langsung mengangkat dan mengarahkan ujung nozzle ke tangki kendaraan untuk pengisian BBM. (RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: