Harga Bahan Pokok Melonjak, Pedagang Mengeluh Pendapatan Menurun

Ilustrasi

SERANG,BANPOS- Melonjaknya harga kebutuhan-kebutuhan pokok yang ada di pasar dikeluhkan oleh para pedagang. Lonjakan harga tersebut mengakibatkan menurunnya pendapatan dagang mereka setiap harinya.

Komoditas dagang yang mengalami kenaikan harga yaitu bawang putih dan tomat. Berdasarkan hasil pantauan BANPOS di lapangan, kenaikan harga bawang putih yang sebelumnya seharga Rp28 ribu menjadi Rp40 ribu  per kilo.

Untuk tomat, semula memiliki harga pasar yaitu Rp8 ribu  per kilo, namun saat ini harga tomat mengalami lonjakan harga hingga 100 persen yaitu Rp16 ribu per kilo.

Cecep, salah satu pedagang sayur di Pasar Ciruas, mengatakan lonjakan harga beberapa kebutuhan pokok mengakibatkan pendapatan per harinya berkurang. Hal ini dikarenakan daya beli masyarakat menjadi turun akibat lonjakan harga tersebut.

“Kan kami prinsipnya kalau harganya naik ya kami naikkan juga harganya di pasar ini. Ketika harganya naik, pembeli akhirnya jadi berkurang,” katanya kepada BANPOS, Kamis (4/4/2019).

Ia menceritakan, banyak dari dari konsumen yang kaget ketika mengetahui beberapa jenis sayur mengalami kenaikan. Banyak dari konsumen yang akhirnya tidak jadi untuk membeli sayur tersebut.

“Jadi banyak dari pembeli yang ketika tahu harga sayur yang mau dibeli itu naik, akhirnya nggak jadi beli. Bilangnya nanti dulu deh pak gitu,” ujarnya sambil menirukan.

Ia pun merasa khawatir jika lonjakan harga yang terjadi tidak segera dikendalikan para konsumen akan meninggalkan pasar tradisional dan beralih ke minimarket dan supermarket.

“Kami khawatirnya para pembeli akhirnya pergi ke minimarket dan supermarket, karena harganya lebih murah kan kalau mereka (supermarket dan minimarket). Kalau beli banyak juga dapat diskon. Sedangkan di kami tidak seperti itu. Jadi kami bisa kalah saing,” katanya.

Cecep berharap, pemerintah dapat lebih mengendalikan harga pasar, sehingga mereka yang berjualan di pasar tradisional dapat menghasilkan pendapatan yang maksimal.

“Ya kami berharap pemerintah dapat mengendalikan harga pasar. Karena kalau harganya melonjak secara tiba-tiba, kami lebih sering mendapatkan rugi,” harapnya. (MG-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: