Tanggapi Kuasa Hukum Warga Sangiang, Jaksa Minta Hakim Abaikan Pledoi

Sejumlah warga Pulau Sangiang tampak hadir di Pengadilan Negeri Serang dalam setiap agenda perkara dugaan penyerobotan lahan di Pulau Sangiang.

SERANG,BANPOS- Setelah membacakan nota pembelaan (Pledoi) pada minggu lalu, kali ini tiga orang warga pulau Sangiang yang didakwa menyerobot lahan PT. Pondok Kalimaya Putih dengan mendirikan bangunan mendengarkan replik atau tanggapan atas Pledoi mereka.

Dalam repliknya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menolak pledoi yang dibacakan oleh kuasa hukum terdakwa dari LBH Rakyat Banten. JPU berpendapat bahwa tuntutan yang diajukan oleh pihaknya sudah tepat sesuai dengan fakta persidangan.

“Menurut kami, JPU telah tepat mendakwa terhadap terdakwa dengan dakwaan sebagaimana yang dimaksud pasal 385 Ke-4 KUHP dan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan,” ujar Agus Suhartono selaku JPU, Selasa (2/4).

Dalam replik yang dibacakan di Pengadilan Negeri Serang tersebut, JPU menjelaskan bahwa dakwaan yang mereka lontarkan kepada terdakwa sudah memenuhi unsur-unsur yang dimaksud dalam pasal 385 Ke-4 KUHP dan meminta majelis Hakim untuk mengabaikan pledoi yang disampaikan oleh penasihat hukum.

“Kami dapat membuktikan secara sah dan meyakinkan semua unsur-unsur yang terdapat dalam pasal 385 Ke-4 KUHP yang kami dakwakan. Oleh karena itu pendapat dari kuasa hukum haruslah diabaikan,” tuturnya.

Sementara itu, ketua tim kuasa hukum terdakwa, Arfan Hamdani, mengatakan mereka tetap berpegang pada pledoi yang mereka bacakan pada minggu lalu.

“Kami akan tetap berpegang pada pledoi yang kami bacakan minggu lalu, dan kami menolak tuduhan yang dialamatkan oleh JPU,” ujarnya.

Menurutnya, tuduhan JPU bahwa tanah yang ditempati oleh terdakwa atas nama Ismail dan Parman tidak ada bukti kepemilikan itu tidak benar. Karena, lanjutnya, Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan atas nama Ismail dan Parman masih terbit hingga tahun 1996.

“Selain memiliki dokumen tersebut, masyarakat juga sudah lama tinggal disana. Sudah puluhan tahun mereka menempati pulau Sangiang,” katanya.

Atas tuduhan penyerobotan lahan, Arfan mengaku bahwa rumah yang dibangun oleh terdakwa tidak dipasang plang pemberitahuan kepemilikan atas nama PT. Pondok Kalimaya Putih.

“Terdakwa membangun rumah di tanah yang tidak dipasangi plang kepemilikan atas nama PT. Pondok Kalimaya Putih, jadi tuduhan bahwa mereka membangun di tanah yang sudah dipasang plang pemberitahuan tidak benar,” ujarnya. (MG-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: