Pandeglang Culture Festival Dikeluhkan, OPD Saling Lempar Tanggung Jawab

Suasana Kegiatan Pandeglang Culture Festival tampak semrawut, Selasa (2/4/2019)

PANDEGLANG,BANPOS- Pandeglang Culture Festival dalam rangka menyambut HUT Pandeglang Ke-145 digelar dengan begitu megah dan meriah, masih sama dengan tahun lalu, acara ini dipusatkan di depan Pendopo Bupati Pandeglang.

Akan tetapi, dibalik kemegahan serta meriahnya Pandeglang Culture Festival itu, menyisakan pemandangan yang tidak elok. Kendati demikian, dewan juri yang bertugas menilai setiap penampilan dari peserta, tidak diberikan tempat atau fasilitas yang strategis.

Bahkan, makan saja tidak nampak menemani saat mereka bertugas. Karena, ketiga juri  tersebut. Hanya duduk di belakang penonton, tepatnya di trotoar. Dari posisi yang tidak strategis itu, ketiga juri tidak bisa dipungkiri kerap terhalang oleh penonton.

Menurutnya, dengan fasilitas yang demikian tugas untuk memberi penilaian menjadi sulit. Tak ayal jika mereka harus berdiri untuk bisa menembus pandangan yang terhalang oleh penonton.

“Tidak ada yang mengarahkan, akhirnya kita inisiatif sendiri saja cari tempat untuk menilai,” kata salah satu juri yang enggan disebutkan namanya.

Kasi Promosi Wisata pada Dinas Pariwisata Pandeglang, Imran Mulyana saat dikonfirmasi mengungkapan, bahwa Dinas pariwisata tidak mengadakan lomba diacara tersebut, terlebih dispar hanya bertugas mengurusi delegasi tingkat provinsi.

“Dia nyisip di sela-sela acara ini, jadi kami dari dinas pariwisata sebetulnya tidak ada lomba di acara ini,” kata Imran.

Lanjut Imran, mungkin juri yang ada menyediakan dari dinas pendidikan dengan tujuan untuk memberikan pembinaan.

“Mungkin untuk pembinaan dari dinas pendidikan maka diadakan lah juri,” tambahnya.

Imran menerangkan, meski bertajuk Pandeglang Culture Festival, namun DIPA gelaran tersebut berbeda, karena Dindikbud punya agenda tersendiri.“Dindikbud nama kegiatannya Pawai Budaya. Jadi DIPA nya ada dua namun dijadikan satu rangkaian,” jelasnya.

Kabid Kebudayaan pada Dindikbud Kabupaten Pandeglang. Arif saat dikonfirmasi menjelaskan, Dindikbud memfasilitasi untuk Kecamatan (zona) serta Kabupaten atau Kota. Kendati demikian, Dindik hanya bertugas melakukan pengiriman terhadap peserta pawai budaya saja.

“Kita tidak melakukan penilaian untuk provinsi, tapi yang kita nilai itu untuk zona saja. Totalnya ada enam zona, tidak tau kalau Dinas Pariwisata yah,” kata Arif saat ditemui diruang kerjanya Kemarin.

Masih tutur Arif, perihal Dewan Juri yang digembor-gemborkan tidak diberikan tempat yang strategis dilakukan dengan sengaja, hal itu dilakukan dengan tujuan agar dewan juri tersebut bisa menyaksikan dan mengambil penilaian dari berbagai sudut.

Hal tersebut dilakukan agar peserta yang melakukan pertunjukan dari enam zona tidak mengetahui posisi dari juri. Sebelumnya pihak Dindikbud telah menyampaikan kepada masing-masing Kecamatan, didalam pertunjukan tersebut ada penilaian.

“Saya kira kalau juri yang itu mah tidak mesti duduk dikursi agar mereka bisa mengambil penilaian daei berbagai sudut. Beda dengan juri paduan suara atau juri solo. Itu sengaja dibuat seperti itu,” terangnya.

Sebagaiman diketahi, dari juara satu samapai juara tiga, Dindikbud memberikan hadiah berupa uang pembinaan mulai dari Rp2,5 juta sampai Rp1 juta. (MG12/IMI)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: