11 Wakil Banten Ikuti Casting ‘Jurig Marakayangan’

Sejumlah perwakilan Banten yang mengikuti open casting ‘Jurig Marakayangan’ berfoto bersama disela-sela acara.

SERANG,BANPOS- Setelah usai mengadakan open casting untuk film layar lebar di tujuh kota, kini saatnya crew Film Lebar “Jurig Marakayangan” melakukan Screen Test di Kota Bandung. Arvin D’Rara Cinema menentukan pemeran pendukung utama dalam film Jurig Marakayangan. Mulai Kamis -Minggu tanggal 4-7 April 2019.

Semua peserta yang berhasil terpilih, termasuk 11 Orang perwakilan Banten Ikuti Screen Test Film Layar Lebar “Jurig Marakayangan” yang kemudian akan dikarantikan untuk mengikuti Screentest yang dilaksanakan di Hotel Topas Bandung.

Dari puluhan peserta yang lolos saat open casting, ada 11 orang perwakilan dari Provinsi Banten yang akan berkompetisi untuk mendapatkan Golden Skenario, salah satu peserta asal Banten yaitu Aida Caren. Artis cilik asal Serang yang sedang berjuang untuk mengharumkan nama Banten ke seluruh penjuru dunia.

“Caren ingin membawa nama Banten. Jadi banten itu bisa bangkit.. motto banten bangkit, caren belum bisa bantu lebih banyak, salah satunya bisa bantunya dengan seperti ini,” ujar Caren saat dihubungi melalui telepon, Rabu (3/4).

Selain Caren, 10 diantaranya untuk kategori remaja yaitu Nilam Lailatul H (Serang), Reni Martsheila (Cilegon), Amin Rajab (Serang), Salsabila Anggun (Serang), Putri Ayuni (Serang), Ardhy Purna Zuhry (Tangerang). Untuk kategori Anak-anak diantaranya, Rihan Bilawal (Serang), Nazwa Mushiara (Cilegon), Clarence Graselia (Serang), Khayra (Serang).

“Barangkali caren keterima (mendapatkan Golden Skenario), pasti secara otomatis terangkat. Kemungkinan lokasi syutingnya juga di banten,” ujarnya.

Jurig Marakayangan merupakan film horor yang mengangkat kisah persaingan gelap dunia supermodel. Film ini menceritakan seorang supermodel bernama Tracy yang dibunuh oleh rekan sesama model karena persaingan sengit. Tracy kemudian menjadi arwah gentayangan yang mengganggu kehidupan para model yang terlibat dalam pembunuhannya.

“Alhamdulillah didukung penuh oleh dinas pariwisata provinsi Banten. Lurah Banten pun mendukung penuh. Rencana esok sebelum berangkat akanmengunjungi Lurah Banten terlebih dahulu. Dan meminta dukungan penuh kepada seluruh warga Banten khususnya,” ungkapnya.

Film ini akan ditayangkan serentak di seluruh layar Cinema XXI Indonesia. Diperkirakan film akan ditayangkan pada Bulan September. Rencananya film ini juga akan ditayangkan di Malaysia, karena negara ini memiliki penggemar film horor yang banyak, tetapi jarang memproduksi film horor. Saat ini, para kru sedang bernegosiasi dengan sutradara asal Malaysia.

“Harapannya menang, dapet golden scenario. Yang jelas caren ingin membuat nama banten terangkat agar banten dilihat oleh seluruh dunia,” tutupnya. (MG-04)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: