Yuk Diurus, Pindah TPS diperpanjang Sampai H-7

Petugas KPU Kota Cilegon saat menerima salah satu pemilih yang mengurus pindah pemilihan, Senin (1/4). LUKMAN HAPIDIN/BANTEN POS

CILEGON,BANPOS- Kabar gembira bagi para pemilih yang hendak melakukan pindah pilih. Pasalnya, jangka waktu pengurusan pindah pilih tersebut diperpanjang hingga H-7 pemungutan suara atau pencoblosan dilaksanakan.

Perpanjangan waktu tersebut berdasarkan putusan MK RI Nomor 20/PUU-XVII/2019. Sejatinya, jika tidak ada perpanjangan tersebut pindah pilih sudah berakhir pada Minggu (17/3/2019) lalu.

“Perpanjangannya sendiri karena ada yang mengajukan judicial review untuk ditambah waktunya. Akhirnya dikabulkan oleh MK dan ditetapkan hingga H-7 pemungutan suara pada 17 April depan,” ungkap Komisioner KPU Kota Cilegon Divisi Program dan Data Mulya Mansyur kepada BANPOS saat ditemui dikantornya, Senin (1/4/2019).

Atas putusan MK yang memerintahkan untuk menambah waktu pengurusan pindah pilih, pihaknya mengaku, siap melaksanakan putusan itu.  Yaitu keluarnya surat edaran berupa petunjuk teknis penerbitan formulir (form) A5.

“Tetapi pada dasarnya KPU Kota Cilegon siap melayani para pemilih,” ujarnya.

Mulya memperkirakan, masih akan banyak lagi pemilih yang akan mengurus pindah tersebut. Seperti halnya pemilih yang ada di kampung paling ujung seperti Suralaya dan berbagai perumahan yang tersebar di Kota Cilegon.

Ada beberapa alasan pemilih bisa mengajukan pindah tempat memilih tersebut. Setidaknya berdasarkan putusan MK yaitu sakit, menjalankan tugas saat pemungutan, menjadi tahanan dan tertimpa bencana alam. Namun di luar poin tersebut, sejatinya masih banyak lagi yang bisa menjadi landasan pindah pilih.

Sementara itu, pihaknya sendiri telah melakukan pleno daftar pemilih tambahan (DPTb). Berdasarkan data tersebut, ada sebanyak 1.527 pemilih masuk di Kota Cilegon yang melakukan pengurusan di daerah asalnya. Sedangkan untuk pemilih masuk yang mengurus di daerah tujuan ada sebanyak 1.084 pemilih.

“Hampir di semua kecamatan ada pemilih yang keluar-masuk,” tuturnya.

Mulya menjelaskan ada beberapa faktor alasan pindah pilih. “Seperti menjalankan tugas, menjalani perawatan karena kondisi kesehatan, tugas belajar, pindah domisili, tertimpa bencana alarm dan bekerja di luar domisili,” tutupnya.

Sementara itu, salah satu pelajar kelas 3 SMK di Kota Cilegon, Evi Aprian mengaku alasan pindah pilih karena orangtuanya dipindah kedinasannya.

“Alasannya pindah pilih, bapak kerjaanya pindah kena mutasi dari tempat kerjanya,” ucapnya.

Ia juga mengaku, bersemangat mengurus pindah pemilihan ini karena ingin ikut menentukan pimpinan bangsa kedepannya.

“Milenial juga harus ikut berpartisipasi karena menentukan masa depan bangsa. Pemilu ini juga lima tahunan digelarnya, untuk menentukan pimpinan negara yang baru,” tandasnya. (LUK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: