Warga Muhammadiyah Wajib Memilih Pemimpin

Tokoh Muhammadiyah Banten Manar Mas

SERANG,BANPOS- Keluarnya Fatwa MUI mengenai haramnya Golput atau tidak menggunakan hak pilih pada Pemilu direspon oleh berbagai pihak dengan bermacam-macam baik itu positif maupun negatif.

Respon kali ini datang dari salah satu tokoh Muhammadiyah Banten, Manar Mas. Menurut Manar, hingga saat ini tidak ada sikap resmi dari Muhammadiyah berkaitan dengan Fatwa Haram Golput dari MUI. Ia mengatakan dalam budaya Muhammadiyah, tidak ada yang namanya Fatwa.

“Perlu diketahui oleh masyarakat, dalam budaya organisasi Muhammadiyah tidak ada yang namanya Fatwa, melainkan keputusan. Dan hingga saat ini belum ada keputusan dari Muhammadiyah secara instansi berkaitan dengan haramnya Golput,” ujarnya saat dihubungi BANPOS, Kamis (28/3).

Namun berdasarkan penuturan Manar, dalam sudut pandang Muhammadiyah berkaitan dengan Pemilu bukan berpaku kepada halal atau haramnya Golput, melainkan menitik beratkan pada wajibnya memilih seorang pemimpin.

“Dalilnya yaitu pada hadits riwayat Imam Ahmad yang kurang lebih artinya tidak halal bagi seseorang ketika dalam suatu kawasan atau dalam perjalanan didaratan yang luas kecuali harus mengangkat diantara mereka seorang pemimpin. Apalagi dalam lingkup negara,” katanya.

Sehingga, lanjut Manar, dalil tersebut menjadikan kaum Muslimin, khususnya warga Muhammadiyah memiliki kewajiban untuk memilih pemimpin.

“Jadi kami tidak mengatakan Golput itu haram, melainkan memilih pemimpin itu wajib. Dan karena jatuh hukum wajib, maka berlaku kaidah ‘Apabila dilakukan mendapatkan pahala, dan jika ditinggalkan’” jelasnya.

Ia pun mengatakan bahwa fatwa yang dikeluarkan oleh MUI mengenai haramnya Golput dapat dipastikan tidak bermasalah. Hal tersebut dikarenakan jauh sebelum dikeluarkannya fatwa tersebut, Muhammadiyah telah memiliki dasar hukum yang sama.

“Jadi terhadap Fatwa tersebut dapat disimpulkan tidak akan bermasalah bagi Warga Muhammadiyah,” tuturnya.

Namun, lanjutnya, yang saat ini harus dipertegas adalah mengenai syarat yang harus ada bagi seorang pemimpin. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki tiga syarat bagi seorang pemimpin yang harus dipilih.

“Pertama yaitu dia adalah seorang Muslim, sesuai dengan surat Al-Maidah ayat 51. Kedua, memiliki pandangan bahwa hukum Islam adalah yang terbaik. Yang ketiga yaitu memiliki niat dakwah Islam Amar Ma’ruf Nahyi Mungkar,” ujarnya.

Jika dalam pilihan pemimpin tersebut tidak memenuhi satu ataupun dua unsur, menurut Manar sikap yang harus diambil ialah memilih pemimpin yang paling sedikit keburukannya.

“Berlaku kaidah menghindari mudhorot lebih diutamakan daripada mengambil manfaat jika ketiga unsur tersebut tidak bisa terpenuhi semua. Kita cari yang paling sedikit keburukannya,” tegasnya. (MG-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: