Ratusan Mahasiswa UNBAJA Ikuti Uji Sertifikasi Jasa Kontruksi

Perwakilan Balai Jasa Kontruksi Wilayah III Jakarta, Muslim Sagita memberikan sambutan dalam kegiatan pembekalan dan uji sertifikasi SKA Muda Bidang Jasa Kontruksi, di Kampus I Unbaja, Ciwaru, Kota Serang, Senin (4/3/2019).

SERANG , BANPOS – Ratusan mahasiswa Unbaja mengikuti kegiatan pembekalan dan uji sertifikasi ahli muda Bidang Jasa Kontruksi. Acara yang digelar atas kerjasama Fakultas Teknik Unbaja dengan Balai Jasa Kontruksi Wilayah III Jakarta, Dirjen Bina Kontruksi, Kementrian PUPR di Auditorium Kampus I Unbaja, Ciwaru, Kota Serang, Senin (4/2/2019).
Perwakilan Balai Jasa Kontruksi Wilayah III Jakarta , Muslim Sagita dalam sambutannya menyampaikan jika kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan harmonisasi agar para pekerjanya memiliki sertifikasi serta menyebarluaskan informasi kontruksi.
“Tujuan kegiatan ini juga untuk meningkatkan jumlah pekerja jasa kontruksi yang bersertifikat. Juga sebagai harmonisasi antara pengusaha dan pekerjanya,” kata Muslim.
Menurut Muslim, tantangan utama di bidang jasa kontruksi saat ini ialah meningkatkan daya saing dan keunggulan kompetitif. Sesuai dengan data yang ada di forum internasional, Indonesia saat ini berada diperingkat ke 60, meskipun naik dari posisi ke 62 dibanding tahun lalu. Namun, kompetensi Indonesia masih berada di bawah Malaysia. Sehingga Kompetesi pekerja jasa kontruksi adalah hal yang mutlak.
“Untuk itu, kerjasama juta mutlak dilakukan. Antar Lembaga, asosiasi, sekolah avokasi untuk pengembangan kontruksi,” kata Muslim.
Muslim menambahkan, bidang jasa kontruksi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Sehingga membuka seluas-luasnya ke pekerja antar negara. Disisi lain, Indonesia harus menyiapkan tenaga kerja yang kompetitif agar dapat lebih bersaing
“Data badan pusat statistik menyebutkan, jika pekerja jasa kontruksi di Indonesia menembus 8 juta orang. Namun, hanya 9,4 persen tenaga kerja yang memiliki sertitikat kompetensi kerja,” paparnya.
Lebih lanjut Muslim mengatakan, di tahun 2019 ini pihaknya menargetkan 45 ribu pekerja tersertifikasi. Target tersebut merupakan upaya mengejar gep yang terlalu besar antara jumlah pekerja belum dan dan pekerja yang sudah tersertifikasi.
“Percepatan sertifikasi, undang-undang nomor 2 tahun 2017 mengamanatkan untuk memiliki sertifikat kompetnsi kerja pada penyedia jasa kontruksi. Undang-undang ini lahir upaya dari tantangan jasa kontruksi,” pungkasnya.
Sementara itu Dekan Fakultas Teknik Unbaja , Frebhika Sri Puji Pangesti menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya kegiatan tersebut merupakan perdana di Unbaja. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara LPJK dan Unbaja yang diteruskan ke Balai Jasa Kontruksi untuk menggelar percepatan sertifikasi kompetensi.
“Kegiatan ini membantu kami untuk meningkatkan kompetensi lulusan. Kami harapkan bisa berkelanjutan setiap tahunnya,” katanya. (RED)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: