Akibatkan Sistem IT Down, Polda Tangkap Hacking UIN Banten

Kabid Humas Polda Banten, AKBP Edy Surmardi (tengah) saat menggelar konferensi pers didampingi Dirkrimsus Polda Banten Kombes Pol Rudi Hananto (kiri) dan Rektor UIN SMH Banten Faujul Iman (kanan), di Mapolda Banten, Senin, 4 Maret 2019 / RULIE SATRIA

SERANG, BANPOS – Karena merasa sakit hati yang berujung dendam, membawa DR (laki-laki 40 th) seorang Dosen Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin (UIN SMH) Banten, harus berurusan dengan pihak berwajib dan terancam dijerat hukuman 8 tahun penjara serta denda sebesar RP2 miliar rupiah, karena melakukan Ilegal Akses atau Hacking Sistem Database, di tempat dirinya mengajar.

Akibat perbuatannya, sistem resmi perangkat IT yang berhubungan dengan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin (UIN SMH) Banten, mengalami masalah (down) dan tidak dapat diakses sejak 25 Februari 2019 lalu hingga kini.

Adapun sistem IT UIN Banten yang mengalami masalah (offline), seperti program sistem akademik kemahasiswaan, program sistem data laporan kepegawaian, data sistem keuangan, dan data sistem perjalanan dinas.

Tersangka DR ditangkap, berbarengan dengan barang bukti yang berhasil di amankan antara lain Iphone silver, 3 hardisk Eksteral, dan kabel data berwarna hitam, serta Laptop dan komputer, yang kesemuanya sedang dalam pendalaman di Puslabfor Bareskrim Polri.

Hal tersebut dikatakan oleh Kabid Humas Polda Banten, AKBP Edy Surmardi saat menggelar konferensi pers didampingi Dirkrimsus Polda Banten Kombes Pol Rudi Hananto dan Rektor UIN SMH Banten Faujul Iman, di Mapolda Banten, Senin, 4 Maret 2019.

Lebih lanjut Dirkrimsus Polda Banten Kombes Pol Rudi Hananto mengatakan, bahwa pelaku nekad melakukan hacker website UIN karena sakit hati ditegur karena prilaku negatifnya diketahui oleh pihak kampus, sehingga dia merusak sistem komputerisasi UIN.

“Karena memang pelaku ini selama dua tahun tidak melaporkan Beban Kerja Dosen (BKD) ke pihak kampus tapi absensinya jalan terus, itu yang jadi pertanyaan pihak UIN sehingga kemudian diingatkan oleh bidang kepegawaian,” ungkap Rudi.
Sebagai Dosen, lanjut Rudi pelaku DR memiliki akses berupa password sehingga bisa masuk ke server yang ada di UIN dan mulai melakukan ilegal akses.

“Modusnya menggunakan laptop untuk mengakses server-server yang ada di UIN karena memang dia memiliki pasword yang ada di server dari pada milik UIN tadi,” ucapnya.

Pelaku diduga melanggar pasal 46 ayat 1 2 dan 3 junto pasal 30 ayat 1, 2, 3 atau pasal 48 ayat 1 junto pasal 32 ayat 1 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas uu RI nomor 11 tahun 2018 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman 8 tahun penjara dan denda sebesar Rp 2 miliar.

Sementara itu, Kabiro Akademik UIN SMH Banten Mamat Rahmatullah mengatakan, sampai saat ini website UIN SMH Banten masih down sejak di hack pada Senin (25/2) lalu.

“Dalam hal pelayanan menjadi terganggu. Seharusnya sekarang perkuliahan tapi karena ada hacking jadi terganggu, sekarang kita masih menunggu hasil dari Polda.” Pungkasnya. (RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: