Ratu Ati Marliati Siap Dampingi Edi

Ratu Ati Marliati / ISTIMEWA

CILEGON, BANPOS – Gubernur Banten Wahidin Halim, akan menjadikan Edi Ariadi sebagai Wali Kota Cilegon definitif. Rencananya pelantikan Edi akan berlangsung di Pendopo Gubernur Banten di KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (20/2) besok.

Dilantiknya Edi Ariadi sebagai Wali kota Cilegon menggantikan Iman Ariyadi yang tersandung kasus korupsi, secara otomatis posisi Wakil Wali kota Cilegon yang ditinggalkan Edi Ariadi kosong.

Dua nama yang ingin menduduki posisi Wakil Wali kota Cilegon untuk mendampingi Edi Ariadi adalah Ratu Ati Marliati yang diusung Golkar dan Ketua DPC PDIP Cilegon, Reno Yanuar.

Ratu Ati Marliati yang merupakan kakak kandung Iman Ariyadi, yang saat ini menjabat Kepala Bappeda Kota Cilegon. Ratu Ati pun mengaku siap mundur dari ASN sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau mekanisme sudah dimulai tahapan itu, kan kita bisa tahu nanti apa persyaratan-persyaratan yang harus ditempuh. Barulah di situ saya mengajukan pungunduran diri. Makanya kita lihat dulu mekanismenya seperti apa, kalau sekarang kan saya belum tahu mekanismenya seperti apa,” kata Ratu Ati kepada awak media di Hotel Grand Mangku Putra, Senin (18/2).

Ati juga mengaku belum berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon terkait teknis dan mekanisme pengunduran dirinya sebagai ASN. “Nanya-nanya ke BKPP belum, gampanglah nanti,” ungkapnya.

Sementara untuk memuluskan langkahnya menuju orang nomor dua di Cilegon, Ati mengaku penyerahkan sepenuhnya kepada Partai Golkar untuk melakukan komunikasi politik ke partai-partai yang ada di parlemen.

“Sekarang saya masih ASN, jadi Golkar yang mengurus semuanya terlebih dahulu. Mungkin bisa jadi nanti Golkar ada pertemuan,” ujar Ati.

Dibagian lain, Wakil Ketua I DPD II partai Golkar Cilegon, Arief Rivai Madawi menegaskan bahwa sebagai parpol pengusung pencalonan Ratu Ati Marliati, Golkar sudah melakukan banyak hal terkait dengan rencana itu.

“Kita sudah selesai semua, termasuk pleno partai semuanya sudah final bahwa mengusung ibu Ati untuk itu (calon Wakil Walikota). Saya kira tinggal menunggu waktu saja, tinggal finalisasi saja. Tapi kalau dari sisi prinsip, sudah,” ujarnya.

Lebih jauh dirinya belum dapat berspekulasi kemungkinan akan adanya kandidat lain yang turut diusung oleh partai koalisi.

“Saya kira semua kita serahkan sajalah ke mekanisme, aturan-aturan mainnya, kita fair. Yang tadinya walikota ngusung PDIP termasuk Golkar, nah sekarang yang diusung PDIP masuk (akan menjadi walikota definitif), mestinya secara etika kan giliran Golkar,” tandasnya. (LUK/RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: