Kota Serang Direndam Banjir, Subadri : Masih Banyak yang Buang Sampah Sembarangan

Wakil Walikota Serang, Subadri Usuludin menarik perahu karet untuk menyebrangkan warga yang terkena banjir di Komplek Untirta, Pakupatan, Kota Serang, Minggu (17/2). Banjir tersebut diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan kali yang mengalir meluap, selain itu kawasan tersebut memang sudah menjadi langganan banjir pada saat musim penghujan. (Foto : Dziki Oktomauludi // Banten Pos)

SERANG, BANPOS – Hujan deras yang menguyur wilayah Kota Serang sejak Sabtu malam hingga Minggu dinihari, menyebabkan beberapa perumahan di Kota Serang, terendam banjir. Kondisi ini menuntut Wakil Walikota Serang  Subadri melakukan tinjauan langsung ke lokasi banjir.

Salah satu titik lokasi banjir yang ditinjau langsung oleh Subadri adalah Komplek Untirta. Berdasarkan pantauan BANPOS, komplek Untirta tergenang banjir setinggi pinggang orang dewasa.

Subadri mengatakan, selain dikarenakan hujan deras sepanjang malam, banjir tersebut terjadi juga karena masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Untuk itu ia mengajak masyarakat untuk hidup disiplin dalam membuang sampah.

“Sadar gak sadar, ikhlas gak ikhlas, kita harus akui bersama sama kalau kesadaran masyarakat masih kurang. Terutama di bidang membuang sampah pada tempatnya,” tuturnya.

Menurut Subadri, banjir yang terjadi hari ini juga mengakibatkan jembatan yang berada di Ciracas hampir ambles. Berdasarkan hasil tinjauan, Subadri mengatakan sebanyak 29 rumah terdampak banjir.

“Saya ke Ciracas juga sama, malah disana jembatan hampir ambles karena tidak kuat menahan debit air. Sementara yang terdata sebanyak 29,” katanya.

Untuk menaggulangi banjir tersebut, Subadri mengaku sudah menginstruksikan kepada dinas terkait untuk segera mencari tahu akar permasalahan sehingga dapat langsung diperbaiki.

“Saya instruksikan mulai sore, syukur-syukur bisa hari ini untuk mencari tahu penyebabnya, kalau drainase, drainase mana yang menyempit. Sehingga tahu penyebab dari banjir ini,” tuturnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk bisa lebih sadar dalam membuang sampai. Selain itu ia juga menghimbau agar masyarakat berani bertindak ketika melihat ada drainase yang tersumbat untuk segera dibersihkan.

“Jangan ada lagi bahasa bahwa ini adalah banjir tahunan. Langkah dari masyarakat juga bisa dengan tidak membuang sampah sembarangan, kalau ada drainase kotor dibersihkan,” ujarnya. (MG01/AZM)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: