Distan Pandeglang: Kerugian dan Kerusakan Alat Pertanian Akibat Tsunami Capai RP4,2 Milyar

Seorang Petani Padi saat membajak Sawah dengan alat berat / ISTIMEWA

PANDEGLANG, BANPOS – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pandeglang mencatat kerugian dan kerusakan yang diakibatkan oleh bencana Tsunami Selat Sunda mencapai Rp.4,2 Milyar. Dari kerugian tersebut, yang paling mendominasi diantaranya sarana penunjang kegiatan bertani warga.

Tak hanya itu, area persawahan juga porak-poranda dihantam oleh tsunami dan sarana penunjang kegiatan bertani warga turut rusak karena bencana itu.

Hal tersebut Disampaikan oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Nasir, adapun masing-masing luasan luasan tersebut yang paling mendominasi terdapat di Kecamatan. Carita. Pasalnya, diwilyah tersebut mencapai kurang lebih 50 hektar, Minggu (17/2).

“3 hektare persemaian, Cimanggu Desa. Tangkil Sari ada kacang tanah, padi gogo dan jagung kurang lebih 9 hektare. Dan carita yah kurang lebih 50 hektare” Katanya.

Akan tetapi, Dinas Pertanian sudah melakukan upaya pergantian beruba benih padi yang hanyut oleh tsunami tersebut. “Benih padi yang hanyut kita langsung mengganti dan mereka sudah semay lagi sekarang”, Tambahnya.

Masih kata Nasir, mengenai sarana penunjang kegiatan bertani warga seperti peralatan pertanian. Saat ini pihaknya baru saja rampung melakukan pendataan guna bagi alat yang sudah tidak dapat difungsikan lagi.

Pihaknya juga akan segera mengusulkan kembali peralatan pertanian yang rusak dan dibutuhkan oleh para petani, agar secepatnya mendapatkan pergantian.

“Kita sudah laporkan, kita sudah minta surat kepada pihak terkait termasuk kepolisian. Agar di putihkan dan kita akan usulkan kembali supaya diganti oleh yang baru”. Harapnya. (SUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: