Harga Beras Premium Masih Diatas HET, Disperindag Cilegon Suplai Beras Lebak

Pedagang Beras / ISTIMEWA

CILEGON, BANPOS – Untuk menekan harga beras di pasaran dan ketersediaan akan stok beras di Kota Cilegon. Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akan menjalin Nota Kesepakatan Bersama atau Memorandum of Understanding (MOU) dengan Pemerintah Kabupaten Lebak.

Karena menurut pemerintah pusat, harga beras jenis premium di Kota Cilegon, harganya masih diatas Harga Eceran Tertinggi (HET), dibandingkan dengan daerah lain yang ada di Provinsi Banten.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Cilegon, Ema Hermawati menyatakan kerjasama tersebut akan dilaksanakan pada akhir Maret 2019 mendatang.

”Karena selama ini, harga beras di Kota Cilegon dijual oleh pedagang, masih diatas HET sebesar Rp10.450 per kg nya. Sedangkan, sesuai dengan HET hanya Rp9.460 per kg. Maka dari itu, kami ambil langkah dengan menjalin MoU dengan Pemkab Lebak,” kata Ema kepada Banpos, Selasa (12/2).

Ema mengatakan, karena selama ini kebutuhan beras premium di Cilegon masih kekurangan. Adapun beras premium yang didatangkan selama ini dari berbagai daerah di luar Provinsi Banten.

“Kebutuhan beras premium di Cilegon selama ini masih kurang. Karena kebutuhan per tahunnya 40 ribu ton, sedangkan Cilegon hanya mampu produksi 8 ribu ton kekurangannya 32 ribu ton. Dan kita harus ambil dari daerah lain tiap tahunnya. Selama ini untuk memenuhi kebutuhan beras premium kita ambilnya dari Karawang, Subang, Jawa, bahkan sampai Lampung dan Sumatera,” terang Ema.

Menurutnya, dipilihnya Kabupaten Lebak sebagai pensuplay beras untuk Kota Cilegon karena selain jarak tempuhnya tidak memakan waktu lama dalam pengiriman. Dan untuk mensatabilkan harga beras premium di Kota Cilegon.

“Namanya beras Ciberang yang dari Lebak, kualitasnya bagus. Beras yang dihasilkan . beras premium. Mudah-mudahan setelah MoU berjalan, bisa menekan harga beras premium di Kota Cilegon,” terang Ema.

Adanya wacana tersebut disambut baik oleh salah satu pedagang beras di Pasar Kranggot, Kota Cilegon. Ati mengaku, selama ini terpaksa harus menjual beras dengan harga tinggi, mengingat harga beras dari pemasok beras juga tinggi.

“Ya dari distributor nya sih tinggi, karena beras didatangkannya dari Lampung dan Jawa Barat. Kalau mau kerjasama dengan Lebak kita sambut baik, mudah-mudahan harga berasnya sesuai harga pasaran yang ditetapkan oleh pemerintah,” katanya.

Perlu diketahui, produksi beras Ciberang dikembangkan petani lokal Kabupaten Lebak untuk mendorong peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat. Karena didukung langsung oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak.

Saat ini, produksi beras Ciberang bisa menembus pasar domestik karena memiliki kualitas. Benih beras Ciberang itu varietas unggul, seperti Ciherang, Mikongga, Inpari, dan Mira. Produksi beras Ciberang tentu tidak kalah dengan beras dari Cianjur, Jawa Barat.

Kelebihan beras Ciberang memiliki aroma, rasanya pulen juga kadar gulanya tidak begitu tinggi. Sebelumnya, beras Ciberang sudah dijual ke Pasar Cipinang Jakarta oleh kelompok tani.

Bahkan, permintaan pasar cenderung meningkat sehingga menyumbangkan pendapatan ekonomi petani. Karena keunggulan benih dengan masa panen 110 hari setelah tanam juga tahan terhadap serangan hama dan tingkat produktivitas relatif bagus. (LUK/RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: