Biaya Cuci Darah Tertolong Berkat JKN-KIS

Misba (43), saat menunjukkan kartu KIS pasca melakukan hemodialisa di salah satu klinik, Jumat (08/02) / RULIE SATRIA

CILEGON, BANPOS – Rasa khawatir tak lagi dirasakan oleh Misba (43), kala dirinya akan menjalani perawatan Hemodialisa (cucidarah) setiap dua kali dalam seminggu ketempat Fasilitas Kesehatan (Faskes), akibat penyakit gula yang dideritanya.

Ia merasa tertolong terhadap biaya besar yang dikeluarkan, karena menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari BPJS Kesehatan.

Saat ditemui di salah satu Klinik Khusus Ginjal Hemodialisis, Wijaya Kusuma, di Komplek Bona Karta Blok C no 17-18, Jalan Raya Sultan Agung Tirtayasa, Kota Cilegon, Banten, Misba menuturkan, jika penyakit gula yang dideritanya sejak tahun 2010 silam, mengakibatkan timbul bengkak-bengkak pada tubuhnya, sehingga saat dirinya berobat ke rumah sakit, dirinya disarankan untuk segera lakukan cuci darah oleh dokter.

Seketika, dirinya tak membayangkan akan berapa biaya pengobatan yang dikeluarkan untuk setiap kali lakukan cuci darah. Namun, beruntung bagi Misba, sebab dirinya telah terdaftar sebagai peserta (JKN-KIS) dari perusahaan tempat dirinya bekerja. Sehingga, seluruh biaya pengobatan cuci darah yang rutin 2 kali seminggu dilakukan hingga saat ini, telah dijamin oleh program JKN-KIS.

“Saya tidak dapat membayangkan, jika suatu saat nanti program JKN-KIS itu dihilangkan. Sebab, saat ini saya sangat ketergantungan pada JKN-KIS ini untuk mengobati penyakit yang saya alami. Mungkin, tidak hanya saya saja yang berharap seperti itu, ungkap Misba warga Temugiring, Ciwandan, Kota Cilegon, Jumat (08/02).

Berkaca pada penyakit yang dideritanya, Misba ingin ucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan serta masyarakat yang telah menjadi peserta JKN-KIS dan rutin membayar iuran setiap bulannya. Sebab, iuran per-bulan yang dilakukan telah banyak membantu biaya pengobatan dirinya serta orang lain yang juga membutuhkan.

“Bagi masyarakat yang belum mendaftar sebagai peserta JKN-KIS untuk segera mendaftar agar program yang sangat bermanfaat ini, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik dan tidak perlu pusing memikirkan biayanya,” ungkapnya.

Dirinya pun merasa sangat puas dengan pelayanan yang didapat ketika menggunakan Kartu JKN-KIS di Fasilitas Kesehatan. Tenaga medis yang bertugas ramah-ramah, dan sama sekali tidak membeda-bedakan dengan peserta umum lainnya.

“Saya sangat berharap kedepannya program JKN-KIS dapat terus berjalan lancar seperti saat sekarang. Pelayanannya bagus dan tidak perlu pusing memikirkan biaya berobat. Sangat bermanfaat sekali dan masyarakat yang lemah bisa terbantu dengan adanya program JKN-KIS ini,” pungkas Misba.

Sementara itu, Dokter Didit Pratignyo yang bertugas di Klinik Wijaya Kusuma, Kota Cilegon mengatakan, jika pasien yang biasa berobat ke kliniknya rata-rata menggunakan JKN-KIS.

Untuk itu, dirinya pun menghimbau pada masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan rutin berolahraga, agar menghindari penyakit- penyakit yang berpotensi membahayakan.

Sampai dengan 1 Februari 2018, jumlah kepesertaan JKN-KIS secara nasional telah mencapai 217.549.455 jiwa dan untuk meningkatkan pelayanan, BPJS Kesehatan telah melakukan kerjasama kepada 22.999 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) serta 4.183 Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan. (RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: