Gandeng ISEN, Mahasiswa Unbaja Berdayakan Masyarakat Desa Tertinggal

Masyarakat Kp. Pamanyaran, Desa Linduk, Kecamatan Pontang tampak antusian mengikuti kegiatan pelatihan kewirausahaan.

PONTANG , BANPOS – Sejumlah mahasiswa Universitas Banten Jaya (Unbaja) bersama perkumpulan wirausaha muda indonesia yang tergabung dalam Indonesia Studen Enterpreneurship Network (ISEN) melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa tertinggal di Kampung Pamanyaran, Desa Linduk, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang selama satu minggu.

Mahasiswa Fakultas Teknik Unbaja yang terdiri dari Syaripudin, M. Ridho Ali Murtadho, M. Nasrul Ilmi, Popy kusmiyati dan Eko Prasetiyo. Sementara ISEN sendiri terdiri dari Richardo Petricius Utoyo, Haniefuddin Rifky, Ahmad Syauqi dari Istitut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS), Afi Nur Nafisah, Ummul Chairat Rais, dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Serta Yuliana Rahmawati dari Universitas Islam Negeri SMH Banten.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kami kepada masyarakat yang  dilaksanakan atas kerjasama Dompet Dhuafa Banten dengan ISEN. Kegiatan ini dilaksanakan sejak 27 januari hingga 2 februari 2019. Dalam waktu satu  minggu kami melaksanakan berbagai kegiatan diantaranya pemberdayaan masyarakat dengan beberapa program ekonomi, pendidikan, sosial serta kesehatan,” kata Perwakilan Mahasiswa Unbaja, Ridho kepada BANPOS, Minggu (3/2).

Selain itu, kata Ridho, pihaknya juga diamanati oleh ‘Dompet Dhuafa’ untuk fokus melakukan pemberdayaan program di bidang ekonomi dan pendidikan. Salah satunya dengan memberikan pelatihan kewirausahaan berupa pembuatan produk olahan perikanan. Pihaknya juga memberikan edukasi untuk anak-anak di kampung tersebut.

“Kita mencoba mengolah produk ikan bandeng menjadi abon yang dikemas lebih apik. Tentu ini menambah nilai ekonomis, sehingga diharapkan menjadi sumber pendapatan baru untuk warga,”  papar Ridho yang juga menjadi perwakilan ISEN Banten.

Anak-anak Kp. Pamanyaran, Desa Linduk Kecamatan Pontang tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan edukasi yang digelar oleh ISEN dan Dompet Dhuafa

Ditempat yang sama, Ketua ISEN Richardo mengatakan dirinya sejak awal berekspetasi tentang kampung pamanyaran desa linduk sama seperti desa di jawa timur kebanyakan. Permasalahan desa biasanya kurang dalam mengolah potensi desanya dan saat sudah diolah bingung dalam pemasarannya.

“Kami datang ke desa ini untuk berbagi pengalaman dan berbagi ilmu agar masyarakat lebih bisa dan dapat menggali potensi di desanya sendiri,” paparnya.

Hal senada dikatakan oleh mahasiswi UNJ Afi Nur Nafisah, menurutnya  masih belum terbukanya  wawasan yang luas dalam berwirausaha ini mengakibatkan masyarakat cendrung berfikir untuk mencari pekerjaan ke luar negeri untuk mencukupi kebutuhan perekonomian di rumahnya. “Sehingga kedatangan kami di sini bertujuan untuk merubah menset masyarakat agar mau berwirausaha dan menggali potensi di desa nya sendiri agar masyarakat tidak perlu bekerja ke luar negeri,” ujarnya.

Sementara dari pihak Dompet Dhuafa yang diwakili Mas Rio mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa. Salah satunya agar masyarakat dapat mengolah potensi di desanya.

“Kegiatan ini tidak hanya satu minggu saja, namun akan berjalan selama satu tahun dengan beberapa program meliputi ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial. Dan saya mengucapkan terima kasih banyak kepada para mahasiswa anggota ISEN atas kerja sama dan berkontribusi pada salah satu program di Dompet Dhuafa, kami sangat terbantu atas kehadiran teman-teman mahasiswa,” kata Rio. (AZM)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: