Berikan Apresiasi, LAZ Harfa Banten Gelar Kopdar Bersama Para Relawan

Direktur LAZ Harfa Banten, Indah Prihanande (baju merah) bersama Ketua Umum Yayasan Kampung Relawan, Arif Kirdiat (kanan) saat di kegiatan Kopdar bersama Relawan Tsunami Banten, yang dipandu oleh moderator acara, Raisa (paling kiri) / RULIE SATRIA

SERANG, BANPOS – Dahsyatnya bencana tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu, (22/12/2018) lalu yang diduga akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, setidaknya telah mengetuk hati para relawan untuk berlomba-lomba menolong para korban yang meninggal, luka-luka maupun para korban yang mengalami dampak akibat tsunami tersebut.

Atas dasar itu, LAZ Harfa Banten melakuan Kopdar kepada para relawan tsunami Banten, di ruang Teater Gedung Depo Arsip Perpustakaan Daerah Provinsi Banten, Jumat (18/1/2019), dengan tema “Ketika Aku, Kamu dan Kita adalah Relawan”.

Dalam kegiatan Kopdar tersebut, terisi berbagai kegiatan seperti:
1. Talkshow tentang ‘Kerelawanan’ bersama Ketua Umum Yayasan Kampung Relawan, Arif Kirdiat.
2. Talkshow tentang ‘kemanusiaan dan Pemberdayaan’ bersama Direktur LAZ Harfa Banten, Indah Prihanande
3. Sharing Session “Ketika Aku, Kamu dan Kita adalah Relawan”.
4. Apresisasi bagi Relawan
5. Coffe Break

“Kegiatan ini sebagai bentuk rasa terimakasih kami kepada para relawan yang tergabung dalam Relawan LAZ Harfa, dimana selama pasca terjadi bencana tsunami di Banten telah banyak membantu kami dalam menolong para korban yang terdampak tsunami,” ungkap Direktur LAZ Harfa Banten, Indah Prihanande, disela kegiatan.

Indah menambahkan, bahwa para relawan yang hadir dalam kegiatan Kopdar ini memiliki tekad dan semangat yang tinggi dalam menolong sesama.

Mereka senantiasa berjaga di posko kemanusiaan Laz Harfa maupun menghampiri para korban untuk menolong dan melayani beberapa kebutuhan para korban terdampak tsunami, dari bala bantuan yang diberikan oleh para donasi.

Mulai dari menyalurkan kebutuhan pangan, obat-obatan, trauma healing, membersikan material-material bangunan yang hancur diterjal tsunami, maupun memberikan penolongan lainnya.

“Ketika mereka bergabung, kemudian dikelolah dengan benar oleh LAZ Harfa Ini, mereka menjadi bisa bergerak dengan tepat sasaran. Dan saya rasa, ini merupakan aset besar bagi kita,” ujar Indah.

“Adapun keseluruhan relawan yang telah tergabung bersama LAZ Harfa, sekitar 500 relawan. Dan relawan yang hadir pada kegiatan Kopdar ini, sekitar 90 relawan,” Indah menambahkan.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Kampung Relawan, Arif Kirdiat yang turut hadir dalam kegiatan Kopdar sebagai pembicara mengatakan, bahwa menjadi seorang relawan itu tidaklah mudah seperti yang dibayangkan.

“Menjadi seorang relawan harus memiliki nafas yang panjang dalam hal kesiapan mental, kesehatan, niat yang tulus, dan juga finansial. Maka itu, jika hal tersebut sudah terpenuhi, insya allah kedepan sudah aman menjadi seorang relawan,” kata Arif.

Diketahui, status tanggap darurat bencana tsunami Selat Sunda telah dicabut 9 Januari kemarin, dan kini berganti menjadi status transisi darurat pemulihan untuk jangka 3 bulan kedepan. (RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: