Bermasalah, Hasil Timsel Tunggu KPU RI

ISTIMEWAH

RANGKASBITUNG, BANPOS – KPU Banten masih menunggu keputusan KPU RI mengenai nasib hasil Seleksi Komisioner KPU Kabupaten Lebak yang dilakukan tim seleksi (Timsel).

Diketahui, hasil selesksi calon Anggota KPU Lebak memang janggal. Hal tersebut terbukti kini telah ditangani Ombudsman RI Perwakilan Banten lantaran ada potensi maladministrasi.

Karena terdapat masalah, informasi yang didapat Banten Pos, hasil seleksi Komisioner KPU Lebak ditundur. Namun Ketua KPU Provinsi Banten Wahyul Furqon tidak bisa memastikan informasi tersebut.

“Belum ada surat dari KPU RI. Kita tunggu aja surat dari KPU RI. Seperti apa ?,”ujar Wahyul kepada BANPOS saat dikonfirmasi mengenai kabar ditundanya hasil timsel Komisioner KPU Kabupaten Lebak, Minggu (13/1).

Diakui Wahyul, persoalan yang terjadi dalam proses seleksi Komisioner KPU Lebak sudah disampaikan pada KPU RI. “Kalo informasi kita sudah sampaikan,” katanya.

Namun, Ketua Divisi SDM dan Litbang KPU Banten Rohimah berharap, kisruh seleksi calon Komisioner KPU Lebak segera berakhir dan KPU RI bisa secepatnya membuat keputusan.

”Saya berharap KPU RI segera membuat keputusan, agar kisruh penentuan calon Komisioner KPU Lebak tidak berlarut larut demi kondusifitas daerah,” ujar Rohimah.

Sementara itu, Ketua Timsel Calon Komisioner KPU Lebak Ikhsan Ahmad mengatakan, KPU RI seharusnya sudah mengumumkan 5 Komioner KPU Kabupaten Lebak dari 10 nama yang diloloskan dalam tahapan seleksi.

“Harusnya KPU RI sudah mengumumkan 5 orang nama komisioner KPU Lebak dari 10 nama yang lolos seleksi yang hasilnya sudah kami serahkan ke KPU RI,” ujar Ikhsan.

Ikhsan mengaku, sudah melaksanakan proses seleksi KPU Kabupaten Lebak secara profesional.

Ikhsan juga membenarkan, dari 30 nama calon Komisioner KPU Lebak yang menjalani tes psikologi di Universitas Indonesia (UI), tidak ada satupun nama yang disarankan. Namun, ada 9 nama masuk dalam kategori dipertimbangkan.

Dalam kesempatan tersebut Ikhsan menyampaikan alasan tetap mengikutsertakan 25 nama termasuk didalamnya 9 nama yang dipertimbangkan dalam hasil tes psikolog.

Salah satu alasannya yakni mengacu kepada pasal 22 PKPU RI Nomor 7 tahun 2018 yang meminta kepada timsel menetapkan lima kali dari jumlah calon anggota KPU Kabupaten/Kota yang dibutuhkan. (FAD/IMI)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: