Sejak Era JKN, Masyarakat Desa Menjadi Tidak Takut Berobat

Seorang petugas admininstrasi pendaftaran Klinik Enggal Sehat, saat melayani pasien dari peserta BPJS Kesehatan yang akan berobat / RULIE SATRIA

SERANG, BANPOS – Hadir ditengah-tengah masyarakat tujuh (7) tahun silam, Klinik Enggal Sehat saat ini menjadi tumpuan bagi para warga Cidahu, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, terlebih bagi pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Dikatakan Aas Asmini (43), pemilik Klinik Enggal Sehat, bahwa awal berdiri kliniknya hanya berbentuk seperti ruko dengan melayani 2 pasien rawat inap. Namun, seiring berjalannya waktu, kliniknya kini dapat melayani 14 pasien rawat inap dengan 3 dokter umum yang selalu siaga.

“Sejak kami lakukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan 2 tahun lalu, Klinik Enggal Sehat sedikit demi sedikit mengalami perubahan. Sebab, masyarakat menjadi sering dating untuk berobat, sehingga memacu kami untuk menambah fasilitas kesehatan guna melayani masyarakat di klinik,” ujar Aas saat ditemui di klinik, Selasa (8/1/2019).

Aas menambahkan, jika melihat perekonomian masyarakat disini rata – rata belum begitu mapan, dimana mereka kebanyakan bekerja sebagai buruh atau pun sebagai petani. Maka, kehadiran program JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS Kesehatan sangat membantu masyarakat.

“Kehadiran BPJS Kesehatan sangat membantu masyarakat disini. Dimana masyarakat menjadi peduli terhadap kesehatannya. Jika dulu, mereka menahan rasa sakit karena takut akan besarnya biaya pengobatan, kini sejak menjadi peserta JKN-KIS yang mandiri dan membayar iuran setiap bulan sebesar Rp25 ribuan untuk kelas 3, mereka menjadi tidak takut lagi untuk berobat kapan saja dan tidak takut dibedakan pengobatannya dengan peserta umum,” kata Aas.

Aas pun berharap, BPJS Kesehatan untuk terus ada melayani masyarakat, sebab manfaatnya sangat besar sekali.

“Jika seandainya program ini ditiadakan atau dihentikan, saya tidak setuju, karena dampaknya masyarakat mungkin akan kembali merasa takut untuk berobat,” tutur Aas.

Sementara itu, Dokter Vitaria (34) yang sudah 2 tahun setia bekerja di Klinik Enggal Sehat mengatakan, rata-rata keluhan masyarakat yang berobat seperti penyakit tipes, diare, asam urat, kolestrol, dan darah tinggi.

“Saya menghimbau kepada masyarakat disini, untuk menjaga kebersihan. Sebab factor kurangnya rasa peduli terhadap kebersihan pada masyarakat, menjadikan mereka mudah terserang penyakit semacam tipes maupun diare. Karena, kebanyakan 2 penyakit itu yang sering dialami oleh masyarakat disini.” Pungkas Dokter Vitaria. (RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: