Komisi IV DPRD Kota Serang Minta Pencarian Korban Tertimpa Longsor Terus Dilakukan

SERANG, BANPOS – Komisi IV DPRD Kota Serang mendorong agar pencarian dua korban tertimpah longsong di Cilowong terus dilakukan. Pihaknya meminta pencarian korban menggunakan anjing pelacak, hingga meminta alat canggih dari luar daerah.

Hal ini terungkap saat Komisi IV DPRD Kota Serang menggelar rapat koordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Serang, terkait penanganan korban bencana longsor Cilowong di ruang rapat Komisi IV DPRD Kota Serang, Senin (7/1).

Ketua Komisi IV DPRD Kota Serang Djajuli mengatakan, batas pencarian korban sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) selama tujuh hari setelah bencana. Dikatakan Djajuli, Keputusan lanjut atau tidaknya pencarian akan diputuskan besok (hari ini).

“Perkiraan sih akan dilanjut sampai tiga hari, tetapi keputusan tersebut gimana pimpinan daerah (walikota),” ujarnya.

Jika masa pencarian korban dilanjut, Ia menyarankan, untuk menggunakan anjing pelacak, atau meminjam alat janggih dari luar daerah, agar dua korban tersebut dapat diketemukan.

“Untuk mendatangkan anjing pelacak sudah dikoordinasikan, bisa atau tidak nya, yang terpenting dicoba aja dulu (pakai anjing pelacak),” tutur politisi Partai Demokrat ini.

Di lokasi yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang Yudi Suryadi mengatakan, fokus kami melakukan pencarian korban, sesuai SOP, masa pencarian selama tujuh hari. DLH juga mengupayakan, agar sampah-sampah di kota bisa terbuang.

“Kita sudah melakukan upaya-upaya. Untuk membuang sampah tetap di Cilowong, namun tetap melakukan koordinasi agar tidak membahayakan petugas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang Tb M Suherman menuturkan, sudah berusaha semaksimal mungking, bahkan sudah menurunkan empat alat berat, yang semulanya hanya dua alat berat.

“Besok akan ada rapat evaluasi gabungan, dari rapat tersebut akan diputuskan lanjut atau tidaknya masa pencarian,” katanya.

Lanjutnya, kendala yang dihadapi saat masa pencarian korban, yakni soal ketebalan sampah yang mencapai 11,5 sampai 15 meter. kemudian panjang longsor yang mencapai 560 meter, namun kemampuan alat berat sehari hanya bisa melakukan 30 meter, karena tumpukan sampah yang begitu tinggi. Karenanya, kami beserta tim gabungan, tetap berusaha hingga hari ini agar mendapatkan hasil.

“Soal alat-alat yang bisa mendukung dalam pencarian, kami akan berkoordinasi dengan tim gabungan,” kata Suherman.(ADV)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: