Percepatan Waduk Karian Terhambat Suplai Material

Kepala Satker Pembangunan Bendungan pada Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Cidurian Ciujung (BBWSC3), Suherlan (kiri) dan PPK Pembangunan Waduk Karian, Nedy Hidayat memberi penjelasan soal progres Waduk Karian, Selasa (8/1/2018).

LEBAK, BANPOS – Presiden RI, Joko Widodo menginstruksikan percepatan penyelesaian pembangunan Waduk Karian di Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Namun, target penyelesaian di medio 2019 terancam molor karena lambannya suplai material.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Waduk Karian, Nedy Hidayat mengakui, dalam kondisi saat ini, kemungkinan Waduk Karian baru rampung dibangun pada Oktober 2019. Padahal, sesuai instruksi presiden, seharusnya pembangunan waduk terbesar di Banten itu harus diselesaikan pada Juni tahun ini.

“Kendala utama kami adalah suplai material berupa batu gunung, yang tidak maksimal. Sehingga pembangunan sepertinya akan berjalan sesuai kontrak, yaitu sampai Oktober 2019,” kata Nedy didampingi Kepala Satker Pembangunan Bendungan pada Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Cidurian Ciujung (BBWSC3), Suherlan di lokasi pembangunan Waduk Karian, Selasa (8/1/2018).

Nedy menambahkan, total kebutuhan batu.untuk pembangunan Waduk Karian mencapai satu juta ton. Penyedia yang saat ini menyuplai batu, kata Nedi, adalah mantan Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya.

“Penyuplai batu untuk pembangunan Waduk Karian adalah pak Jayabaya. Beliau tokoh Lebak yang memiliki pertambangan batu gunung yang volumenya mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan Waduk Karian,” kata Nedy.

Sementara, Suherlan,menyampaikan bila suplai batu dari Jayabaya bisa lebih dimaksimalkan, dia yakin percepatan pembangunan Waduk Karian bisa dilaksanakan. Dengan begitu, lanjutnya, penyelesaian pembangunan Waduk Karian bisa dikebut, sekaligus mempercepat operasional waduk.

“Karena setelah waduk selesai dibangun, masih banyak proses yang perlu dilewati sebelum bisa dioperasikan,” kata Suherlan.

Salah satu proses yang mesti dilewati, kata Suherlan, adalah mendapatkan sertifikat layak operasional dari Badan Pengawas Bendungan dari Kementerian Pekerjaan Umum.

“Jadi tidak selesai terus langsung beroperasi. Tetapi harus diuji dulu oleh Badan Pengawas Bendungan,” kata Suherlan.

Terpisah, Hasan Basri, Aktivis Aliansi Indonesia, menyayangkan gagalnya target percepatan penyelesaian pembangunan Waduk Karian yang dicanangkan Presiden Jokowi. Menurutnya, sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), percepatan pembangunan Waduk Karian mendapat dukungan semua pihak, terutama pihak pengusaha yang terlibat di dalamnya.

“Pembangunan Waduk Karian ini adalah PSN yang pastinya mendapat atensi dari Presiden RI. Masyarakat Lebak pada khususnya dan masyarakat Banten pada umumnya juga berharap percepatan pembangunan waduk ini bisa terlaksana agar bisa segera dirasakan manfaatnya,” kata Hasan. (ENK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: