Langgar Perda KTR, Banyak Pegawai Pemkab Membandel

Petugas Dinas Satpol pp Kabupaten Serang saat melakukan sidak di kawasan Pemkab Serang, (7/1). Herlin Saputra// Banpos.

SERANG, BANPOS – Dinas Sat Pol PP Kabupaten Serang melakukan sidak penerapan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di wilayah Kabupaten Serang, Senin (7/1). Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Serang, Hulaeli Asyikin menyampaikan bahwa, sidak ini dilakukan atas dasar penerapan perda KTR di wilayah Pemkab Serang karena saat dilakukan sidak pun masih banyak pegawai di beberapa OPD yang membandel merokok didalam ruangan.

“Kalau dibilang bandel memang masih banyak yang bandel, karena di setiap OPD itu ada yang melanggar,” ungkap Hulaeli kepada awak media seusai sidak.

Karena masih banyak yang membandel dan melanggar, lanjut Hulaeli, pihaknya membentuk tim untuk operasi dikarenakan masih banyak yang melanggar. “Kalau tidak ada pelanggaran tidak mungkin kita melakukan operasi perda nomor 9 tahun 2014,” ucapnya.

Jadi, sidak KTR ini tidak dilakukan kali ini saja melainkan sudah beberapa waktu lalu juga sudah melakukan hal yang sama di Puskesmas Ciruas, Kecamatan Ciruas dan Pabuaran. “Ini tindak lanjutnya,” ujarnya.

Pihaknya menyisir seluruh kawasan Pemkab Serang, dari mulai Setda, Setwan, Dinas Perijinan bahkan pihaknya keluar wilayah Pemkab Serang seperti Dinas Perkim dan lainnya. Sedangkan untuk hasil sendiri, pihaknya berhasil menemukan lima orang pegawai OPD yang sedang asik mengisap sebatang rokok diwilayah Pemkab Serang bahkan didalam ruangan.

“Kami sudah mendata ada lima orang pegawai OPD yang kita data yang keterdapatan sedang mengisap rokok, kami juga mengamankan barang bukti seperti rokok dan puluhan asbak rokok dari dalam ruangan pegawai,” jelasnya.

Sedangkan kan untuk anggota dewan saat pihaknya melakukan sidak tidak ditemukan yang merokok, walaupun memang ada asbak dan asap tapi tidak kelihatan saat tim sidak. “Saat tim datang tidak ada yang sedang merokok untuk dewan, tidak tertangkap tangan. Kalau tertangkap tangan mungkin kita foto dan kita tindak,” katanya.

Untuk penindakan sendiri yang saat ini masih banyak yang melanggar, pihaknnya akan lebih intensif lagi kedepan untuk dilakukan razia. “Ini anggap ini sok trafi dulu diawal tahun 2019. Sedangkan untuk yang terkena saat merazia, akan dilakukan sidang pada hari Kamis (10/1) dan sanksi. Keputusannya nanti oleh hakim bagi mereka perokok, kemarin kan sudah diketuk palu Rp 25 ribu untuk denda dan kurungan penjara selama 3 bulan maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi Golkar, Fahmi Hakim mengungkapkan bahwa, terkait dengan penegakan perda KTR ini tentu sangat mendukung secara institusi maupun secara pribadi, karena DPRD sendiri tentunya berkonsisten dalam rangka penguatan dan pelaksanaan perda tersebut.

Menurut Fahmi sendiri, dengan adanya perda ini juga adalah sebagai proses memperbaiki kesehatan, karena merokok merugikan kesehatan. “Kalau pun hari ini kita sudah buatkan tempat merokok, saya kira itu salah satu hal tidak melanggar kepada hak asasi manusia kalau mau merokok, merokok lah pada tempatnya. Saya kira teman-teman dari Satpol pp melakukan konsolidasi seperti itu kita sambut baik,” kata Fahmi.

Disinggung masih banyak anggota dewan yang merokok didalam ruangan, Fahmi mengatakan bahwa, pihaknya akan terus mencoba melakukan perubahan, mudah-mudahan prilaku seperti itu sedikit demi sedikit bisa menghilangkan kebiasaan merokoknya.

“Ini dari kebiasaan, kan dari usia DPRD berdiri sampai sekarang baru kali ini adanya perubahan, hal ini harus perlahan-lahan untuk melakukan perubahan itu,” tandasnya. (LIN/AZM)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: