Kota Tangerang Punya Prospek Bisnis Pariwisata

Ade Muhamad Nur / ISTIMEWAH

TANGERANG, BANPOS – Kota Tangerang sebagai gerbang Indonesia, dengan Bandara internasional Soekarno-Hatta, (Soetta) bagi penerbangan domestik dan internasional menurut Ade Muhamad Nur, sudah sepantasnya jika bisnis wisata dikembangkan.

“Soetta masuk 10 besar konektivitas terbaik. Di mana warga internasional maupun domestik, akan menginjakkan kaki di Tangerang, sebelum menuju Jakarta. Sudah sepantasnya, bisnis wisata dikembangkan di sini. Agar setidaknya kita bisa ‘menahan’ tamu-tamu dari Bandara untuk sejenak menikmati Tangerang, berwisata, berbelanja di Tangerang, ” ucap Caleg dari Nasdem dapil Tangerang itu, hari ini.

Urainya lagi, sebagian wilayah di sekitar Bandara seperti di wilayah Benda, Neglasari kini banyak berdiri penginapan bagi mereka yang akan berangkat, maupun datang melalui Bandara. Tak salah bila Walikota Arief mengubah sebuah bangunan SD menjadi toko oleh-oleh khas Tangerang.

“Hanya saja, ini juga sebaiknya dibarengi kawasan wisata yang bisa menarik para pelancong, yang datang dan pergi melewati Bandara Soetta. Kita hargai usaha Walikota berbenah untuk membangun wisata kota,” jelas Ade.

Tegas Ade lagi, Mulai dari Kampung Bekelir di Babakan, tak jauh dari kali Cisadane yang membelah kota Tangerang. Ada juga Taman Gajah, Taman Potret, Taman Bambu, serta kampung- kampung tematik.

“Sayangnya sejauh ini masih berkala warga kota, belum sepenuhnya mampu menarik kalangan pelancong luar kota, apalagi wisatawan asing,” jelasnya.

Kota Tangerang, menurut calegTangerang ini, sebenarnya masih punya potensi berupa situ seperti di Priok, atau di Cipondoh yang masih digarap amatiran.

“Potensi situ Cipondoh sebenarnya masih bisa dikembangkan hingga maksimal.Sayangnya dikabarkan, situ Cipondoh merupakan wilayah wewenang provinsi.Tapi kenapa gak kita minta untuk mengelolanya?” tegasnya.

Selain itu, jelas Ade yang juga produser film mutiara hitam ini, potensi wisata kota Tangerang juga terhambat minimnya lahan terbuka di kota ini.

“Walikota Arief pernah mengeluhkan sedikitnya ruang terbuka yang tersisa. Kalau pun ada lahan cukup luas terbuka, kebanyakan milik institusi negara, seperti lahan milik KemkumHAM.Kenapa tidak kita ajukan kepada instansi terkait, kalau perlu hingga presiden, dan DPR. Bila lahan tersebut, belum, apalagi tidak terpakai, kenapa tidak kita usulkan agar dimanfaatkan warga kota Tangerang. Tentunya banyak potensi bisa dimaksimalkan, di antaranya dalam mengembangkan wisata, bisnis dan lainnya. Potensi kota Tangerang sebenarnya cukup besar untuk dikembangkan. Apalagi wilayah ini merupakan penyanggah ibukota,” tutup Produser Suanggi ini.(ENK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: