Aktivis: Bantahan Proyek Jembatan Taman Salahaur Janggal

RANGKASBITUNG, BANPOS – Aktivis Himpunan Pemerhati Pembangunan Indonesia (HP2BI), mengatakan bahwa pernyataan yang dilontarkan DPRKP justru semakin memperkuat dugaan adanya ketidakberesan dalam proyek tersebut. Kata dia, banyak dugaan kejanggalan dari pernyataan yang disampaikan oleh Srinarko.

“Kalau mengutip pernyataan Kabid, justru saya jadi semakin yakin bahwa proyek ini tidak beres,” ujarnya.

Salah satunya, kata Solihin, DPRKP menyatakan bahwa di lokasi jembatan tersebut rencananya akan dibangun jalan inspeksi. Namun, tambahnya, saat ini di lokasi yang sama juga telah dibuatkan lahan parkir bagi pengunjung taman.

“Jika jalan tersebut dibangun tahun depan, tentunya lahan parkir, yang katanya dianggarkan 100 juta itu akan terbuang percuma, karena akan tergusur pembangunan jalan,” paparnya.

Selain itu, dia juga mengaku, merasa aneh dengan skema lahan parkir tersebut. Menurutnya, saat ini satu-satunya akses menuju parkiran di jembatan hanya melintasi taman saja, tidak ada yg lain.

“Artinya motor-motor yang akan parkir, harus masuk ke dalam taman dulu agar bisa parkir di sana. Ini justru berpotensi merusak fasilitas yang ada di taman. Sepengetahuan saya, tidak ada satu pun taman yang bisa dimasuki kendaraan bermotor, kecuali Taman Salahaur ini,” tuturnya.

Dilanjutkannya, dengan dimasukkannya jembatan dan lahan parkir dalam revisi, mencerminkan buruknya perencanaan, dan bahkan menimbulkan kesan pemaksaan proyek, yang dilakukan oleh DPRKP. Hal ini, kata dia, justru semakin menguatkan dugaan bahwa proyek tersebut memang mengakomodir pihak-pihak tertentu.

“Awalnya tidak ada dalam perencanaan, namun ditengah jalan dimasukkan. Ada apa ini?” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Lingkungan pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Banten, Srinarko membantah pembangunan jembatan pada Taman Salahaur tidak bermasalah.
Meskipun saat ini tidak terdapat akses jalan yang dihubungkan jembatan tersebut, menurut Srinarko, kedepannya akan dibangun jalan inspeksi, yang akan dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BWSC3).

Namun, Srinarko mengaku, tidak tahu pasti kapan jalan tersebut akan dibangun. Yang jelas, katanya, pihak BBWSC3 sudah membuat Detail Engineering Design (DED) terkait jalan tersebut.

“Kalau kapan dibangunnya, saya tidak tahu. Entah kapan, tapi rencananya akan dibangun,” ucapnya.

Untuk saat ini, lanjutnya, di lokasi jembatan tersebut dipergunakan sebagai lahan parkir bagi pengunjung. Karena itu, kata dia, pihaknya telah melakukan pemadatan dengan agregat di lokasi tersebut.(ENK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: