Jembatan Taman Salahaur Bukan Akses ke RS Kartini

RANGKASBITUNG, BANPOS -Jembatan yang dibangun Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Banten di Taman Salahaur di Kecamatan Rangkasbitung, ternyata bukan untuk menghubungkan taman dengan Rumah Sakit Kartini. Jembatan itu dibangun untuk menghubungkan taman dengan lahan parkir yang dibangun berada di seberang taman.

Kepala Bidang Lingkungan pada DPRKP Banten, Srinarko, mengatakan, di seberang taman yang dihubungkan dengan jembatan, dipergunakan sebagai lahan parkir bagi pengunjung. Karena itu, kata dia, pihaknya telah melakukan pemadatan dengan agregat di lokasi tersebut.

“Kami prediksi pengunjung taman tersebut akan membludak, karena ini (Taman Salahaur, red) baru satu-satunya taman terpadu di Rangkasbitung,” tuturnya.

Selain itu, Srinarko juga membantah bahwa pembangunan taman tersebut memfasilitasi ruang terbuka hijau (RTH) bagi Rumah Sakit Kartini. Kata dia, pihaknya akan berupaya agar taman tersebut tidak dapat diakses oleh rumah sakit.

“Kalau perlu kita tutup pintu (belakang Kartini) yang menuju taman ini. Kita akan bangunkan pagar, agar tidak bisa diakses rumah sakit,” ujarnya.

Lebih jauh, Srinarko membenarkan bahwa pembangunan jembatan dan lahan parkir, tidak terdapat dalam rencana awal pembangunan taman tersebut. Namun, kata dia, kedua item pekerjaan itu sudah dimasukkan dalam revisi perencanaan.

“Awalnya memang tidak ada (jembatan dan lahan parkir), tapi sekarang sudah direvisi,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, pembangunan Taman Salahaur ditengarai sarat kepentingan pihak swasta, dalam hal ini RS Sakit Kartini. Sebab, DPRKP membangunkan jembatan pada salah satu sisi taman tersebut, yang menghubungkan taman dengan rumah sakit. Hal tersebut diungkapkan Solihin, aktivis Himpunan Pemerhati Pembangunan Indonesia (HP2BI).

“Pada sisi yang mengarah ke rumah sakit, dibangunkan jembatan,” katanya.

Padahal, menurut Solihin, tidak ada akses jalan masyarakat yang terfasilitasi dengan pembangunan jembatan tersebut. Satu-satunya akses, kata dia, hanya berupa pintu belakang rumah sakit saja.

“Apa urgensinya, sampai pemerintah membangunkan jembatan ke rumah sakit tersebut. Bagaimana bisa negara memfasilitasi pihak swasta,” ujarnya(ENK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: