Dipertanyakan, Ini Jawaban DPRKP Soal Jembatan Taman Salahaur

RANGKASBITUNG, BANPOS – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Banten membantah pembangunan jembatan pada Taman Salahaur tidak berguna. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Lingkungan pada DPRKP Banten, Srinarko, ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, kemarin.

Meskipun saat ini tidak terdapat akses jalan yang dihubungkan jembatan tersebut, menurut Srinarko, kedepannya akan dibangun jalan inspeksi, yang melintasi jembatan tersebut. Kata dia, jalan inspeksi ini akan dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BWSC3).

“Rencananya disitu akan dibangun jalan inspeksi oleh BBWSC3,” ungkapnya.

Namun, Srinarko mengaku, tidak tahu pasti kapan jalan tersebut akan dibangun. Yang jelas, katanya, pihak BBWSC3 sudah membuat Detail Engineering Design (DED) terkait jalan tersebut.

“Kalau kapan dibangunnya, saya tidak tahu. Entah kapan, tapi rencananya akan dibangun,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, pembangunan Taman Salahaur ditengarai sarat kepentingan pihak swasta, dalam hal ini RS Sakit Kartini. Sebab, DPRKP membangunkan jembatan pada salah satu sisi taman tersebut, yang menghubungkan taman dengan rumah sakit. Hal tersebut diungkapkan Solihin, aktivis Himpunan Pemerhati Pembangunan Indonesia (HP2BI).

“Pada sisi yang mengarah ke rumah sakit, dibangunkan jembatan,” katanya.

Padahal, menurut Solihin, tidak ada akses jalan masyarakat yang terfasilitasi dengan pembangunan jembatan tersebut. Satu-satunya akses, kata dia, hanya berupa pintu belakang rumah sakit saja.

“Apa urgensinya, sampai pemerintah membangunkan jembatan ke rumah sakit tersebut. Bagaimana bisa negara memfasilitasi pihak swasta,” ujarnya(ENK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: