Waduh, Proyek Pembangunan SDN Gowok Dituding Sarat Masalah

Proyek pembangunan SDN Gowok di Desa Gowok, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang.

SERANG, BANPOS – Pembangunan gedung baru Sekolah Dasar (SD) Gowok di Desa Gowok, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang diduga bermasalah. Pembangunan sekolah pengganti untuk gedung lama yang tergusur pelebaran jalan Syekh Nawawi Albantani itu dituding melakukan mark up anggaran.

Berdasarkan temuan BANPOS di lapangan, proyek yang merupakan program Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten itu ppdikerjakan sejak Oktober 2018 lalu. Dengan nilai kontrak nyaris Rp3 miliar, pembangunan gedung masih berjalan dengan target penyelesaian 75 hari pengerjaan.

Meski kontraknya akan berakhir 22 Desember 2018, namun pembangunan gedung SDN Gowok masih jauh dari target. Banyak bagian gedung yang belum dikerjakan, termasuk bangunan perpustakaan yang rencananya akan dibangun dua lantai, baru berwujud pondasi.

Aktivis Anti Korupsi di Banten, Mulya Nugraha mengutarakan dugaan ketidakberesan dalam proyek itu. Menurutnya, dengan anggaran Rp2,9 miliar, gedung SDN Gowok harusnya dibangun lebih megah.

Mulya menjelaskan, sebagai pembanding, banyak bangunan unit sekolah baru yang dibangun Dindik Banten, anggarannya tak pernah melebihi angka Rp2 miliar. Bahkan yang banyak dibangun Dindik Banten adalah bangunan untuk SMK atau SMA yang notabene lebih besar ketimbang bangunan SD.

“Jadi wajar kalau ada masyarakat mempertanyakan anggaran pembangunan SDN Gowok yang terbilang fantastis,” kata Mulya, Selasa (18/12/2018).

Mulya juga mempertanyakan pembangunan perpustakaan dua lantai di sekolah tersebut. Karena, dengan tenggat waktu kontrak yang tinggal hitungan hari, rasanya tak mungkin bangunan itu bisa diselesaikan.

“Kalau mau ditingkat lantainya, berarti ada pengerjaan pengecoran untuk membuat lantai dak. Tetapi saat dicek jangankan dak, bangunannya pun baru pondasi,” kata Mulya.

Bukan hanya itu, tambahnya, hingga minggu kemarin pengerjaan lapangan upacara dan pagar sekolah juga belum juga terlihat. Di lokasi, kata Mulya, hanya terlihat tumpukan paving blok, yang sebagian masih dalam kondisi basah.

“Setahu saya ada pengerjaan pagar dan lapangan upacara dalam proyek itu, tapi belum terlihat adanya pengerjaan item tersebut,” kata Mulya.

Dia meyakini bahwa pekerjaan itu tidak akan selesai tepat waktu. Mengingat banyaknya jenis pekerjaan yang belum dilaksanakan. “Apalagi pekerjanya, saya lihat jumlahnya tidak sampai 15 orang. Jauh panggang dari api,” tandasnya.

Selain itu, Mulya juga menyayangkan lemahnya pengawasan dalam proyek pekerjaan SDN Gowok. Karena, berdasar pengakuan sejumlah pekerja pembangunan, disebutkan konsultan pengawas dari pekerjaan itu juga jarang sekali datang ke lokasi pekerjaan. “Padahal konsultan itu dibayar untuk melakukan pengawasan dalam pekerjaan. Yang saya dapati, saat material diturunkan ke lokasi, tidak ada kosultan yang mengawasi,” ucapnya.

Ketika dikonfirmasi, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dalam proyek pembangunan SDN Gowok, Deni Rohiman meyakini pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya itu sudah berjalan maksimal. Dia juga mengaku lantai 2 dari perpustakaan di sekolah itu baru akan dibangun tahun depan.

“Kalau perpustakaan dibangunnya nanti tahun depan,” ucapnya.

Ketika ditanya tentang detail pelaksanaan proyek pembangunan SDN Gowok, Deni enggan menjelaskan. Alasannya, dia tak banyak tahu soal itu karena semuanya dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek tersebut.

“PPK-nya pak Plt Kabid,” pungkas Deni menunjuk Plt Kabid Pembangunan Jalan, Robbi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPUPR Provinsi Banten. (ENK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: