Bina Pelajar Tentang Penggunaan Medsos Secara Bijak dan Penyalahgunaan Narkoba

Sebagai Penggerak Revolusi Mental dan Pelopor Tertib Sosial di Ruang Publik

SERANG, BANPOS – Sebagai upaya mewujudkan pelayanan prima melalui peningkatan penggelaran Polisi Fungsi Binmas menuju sikap prilaku anggota yang responsif, humanis dan tidak diskriminatif, jajaran Polres Cilegon melelui Kompol Yuhasman dan Bripka M. Afif, melakukan pembinaan terhadap para pelajar tentang penggunaan medsos secara bijak (anti hoax) dan penyalahgunaan narkoba terutama jenis baru (PCC dan lain-lain).

Kegiatan yang dilakukan di SMP Negeri 1 Bojonegara, 24 September 2018 dan di SMAN 1 Bojonegara Kab. Serang, 26 September 2018, bermaksud mencegah, menangkal dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum dalam menjalankan kegiatan kehidupan sehari-hari serta mengantisipasi terciptanya kondisi yang kondusif.

Dalam keterangannya, Kompol Yuhasman dan Bripka M. Afif menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salahsatu program Quick Wins 6 Polri, sebagai Penggerak Revolusi Mental dan pelopor tertib sosial di ruang Publik.

“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan peran serta potensi masyarakat yang ada diwilayah hukum Polres Cilegon untuk berperan serta aktif dalam mewujudkan tercapainya kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, serta terjalinnya komunikasi secara langsung antara petugas Polri dengan warga masyarakat, sekaligus guna terciptanya pemahaman bahwa ketertiban dan keamanan merupakan suatu kebutuhan yang harus dilakukan bersama-sama antara Polri dan elemen masyarakat,” ujar Kompol Yuhasman.

Kompol Yuhasman menambahkan, media sosial semestinya dimanfaatkan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan menyebarkan konten-konten positif.

Sayangnya, beberapa pihak memanfaatkannya untuk menyebarkan informasi yang mengandung konten negatif. Jika hal tersebut dibiarkan, dikhawatirkan akan membahayakan generasi muda.

Terlebih saat ini, marak penyebaran isu atau berita bohong melalui media sosial. Berita hoax itu dinilai sering meresahkan masyarakat, tapi banyak yang menyebarluaskannya.

“Pelaku penyebar hoax bisa terancam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE. Di dalam pasal itu disebutkan, “Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar,” kata Kompol Yuhasman.


Sementara itu, dalam pelaksanaan sosialisasi tersebut, Bripka M. Afif menyampaikan, materi penyuluhan terkait pengertian narkoba, awal mula narkoba masuk ke Indonesia, sifat dan efek narkoba dan faktor penyebab pengguna narkoba.

Selain itu, Bripka M. Afif juga menyampaikan bagaimana cara menghindari narkoba, kemudian sanksi hukum bagi penyalahgunaan atau pengguna narkoba serta upaya pemerintah dalam pencegahan atau menanggulangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia.

Diketahui, Quick Wins Polri adalah suatu program unggulan Polri dalam rangka meraih keberhasilan (Quick, Transparan, Akuntabel, dan Profesional ), dengan tujuan untuk meningkatkan kepercayaan dan kemitraan terhadap public kepada instansi Polri, dalam waktu yang cepat.

Adapun sasaran yang ingin dicapai dari tersebut adalah untuk merubah pola maupun perilaku dan budaya kerja para anggota Polri dan sekaligus untuk meningkatkan kualitas dan profesional Polri dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat termasuk juga sekaligus untuk mengoptimalkan efektifitas pola manajemen dilingkungan organisasi Polri. (RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: