Tolak Pembangunan Batching Plan, Puluhan Warga Petir Adakan Audiensi

SERANG, BANPOS – Puluhan warga dari tiga desa yakni Desa Tambiluk, Mekar baru dan Sindang Sari Kecamatan Petir melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa di ruang Pendopo Bupati Serang, Jumat (14/12).

Dalam audiensinya, ketiga warga tersebut menyampaikan bahwa warga meminta kepada Bupati Serang untuk menutup pembangunan batching plan PT. PP Presisi yang berlokasi dekat dengan lapangan Cigodeg alias lapangan Gusdur, Desa Sindang Sari, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang.

Koordinator aksi Imat Rohmatulloh mengatakan bahwa, warga merasa kecewa dalam audiensi ini karena tidak ditemui langsung oleh Ibu Bupati, namun diwakilkan oleh Wakil Bupati Pandji Tirtayasa.

Sedangkan untuk hasil dari audiensi tersebut masih belum bisa memastikan bahwa untuk lokasi pembangunan batching plan ini di tutup atau tidak, karena pihak pemerintah ingin meninjau terlebih dahulu lokasi tersebut.

“Namun yang jelas masyarakat sangat mengharapkan bisa ibu Bupati yang nampung inspirasi dengan keinginan Bupati bisa mengakomodir anspirasi masyarakat,” kata Imat kepada awak media seusai audiensi.

Untuk keinginan audiensi, lanjut Imat, bahwasannya pembangunan batching plan sangat berdekatan dengan peradaban pendidikan. “Jarak ponpes kemudian SD ini sangat berdekatan, mungkin jarak 50 meter dari pembangunan batching plan. Tempat pengelolaan betonisasi untuk pembangunan tol Serang-Panimbang. Yang dikhawatirkan oleh masyarakat adalah kebisingan dan juga lokasinya berada dipinggir jalan akan menimbulkan kemacetan dan lain sebagainya,” ujarnya

“pembangunan batching plan ini sudah berjalan tiga bulan, pihak pembangunan juga tidak pernah ada sosialisasi kepada masyarakat bahkan dari awal ini terkesan pembodohan terhadap masyarakat,” sambungnya

Dari perusahaan atau pemerintah terkait pun, menurut Imat, bukan untuk pembangunan batching plan melainkan hanya penyimpanan alat berat. “Ini sudah pembodohan terhadap masyarakat. Nama perusahaannya PT. PP Presisi hanya rekanan atau Sub Con pemenang tender pembangunan tol Serang-Panimbang,” katanya

Saat audiensi juga, warga meminta kepada pemerintah terkait dalam hal ini yang mempunyai kebijakan adalah Bupati Serang, namun pihaknya kecewa sebagai masyarakat karena Bupati Serang tidak mengedepankan kepentingan masyarakat khususnya masyarakat Sindang Sari. “Kenapa kecewa, karena persoalan ini sudah berlarut-larut, dua minggu yang lalu sudah melayangkan surat audiensi namun sampai hari ini menurut saya terkesan Ibu Bupati langsung tidak ingin menemui kami,” jelasnya

Sedangkan untuk hasil sendiri dari pernyataan Wakil Bupati, akan mengkaji dan memerintahkan dinas terkait akan meninjau ke lokasi. “Permintaan dari warga ini ditutup total dan sudah diajukan ke Bupati,” jelasnya

Disinggung sudah bertemu dengan pihak perusahaan, Imat mengatakan, sudah beberapa kali bertemu. “Kami juga sudah dilakukan aksi di lokasi pabrik dan sudah dilakukan audiensi dengan pemerintah desa yang dihadiri oleh muspika namun tidak ada titik temu,” ujarnya

Dikatakan Imat, adanya aturan pemerintah pusat terkait program proyek strategis pembangunan Nasional, yang juga dicanangkan pemerintah yang saat ini dijalankan terkait pembangunan tol Serang-Panimbang, memang benar, tetapi hanya program pembangunan tolnya yang masuk kategori pembangunan Nasional untuk publik.

“Bukan pembangunan batching plan PT. PP Presisi hanya rekanan atau sub con dari pemenang tender pembangunan tol tersebut dalam hal ini PT Wika. Sedangkan PT WIKA BUMN sendiri sebelum pembangunan tol berjalan itu melibatkan konsultan, sosialisasi, ijin prinsif, ijin amdal dan upl/ukl pun ditempuh, penempatanannya pembangunan tol ini dikomunikasikan dengan Bappeda Provinsi Banten layak atau tidaknya tol dibangun diarea titik tersebut dari Serang-Panimbang. Tetapi mengapa PT. PP Presisi TBK (PPRE) perusahaan kontraktor sebagai anak perusahaan PT. PP (Persero) BUMN yang hanya sebagai Sub Con tidak menempuh aturan yang berlaku sesuai perundang-undangan,” paparnya

Setelah dilakukan audiensi, pihaknya memberi waktu kepada pemerintah terutama Pemkab Serang dalam kurun waktu 3×24 jam.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, Pihaknya telah memerintahkan dinas terkait untuk langsung meninjau lokasi untuk melakukan perhitungan teknis.

“Perhitungannya perhitungan teknis, bukan perhitungan normatif. Engga ada perhitungan normatif minimal harus sekian meter, kalau batching plan yang kemungkinan terjadi getaran dan air, karena batching plan tidak mungkin mengambil air disungai dikedalaman 40 meter, dia pasti mengambil air dikedalaman 150 meter, dari sisi air tidak mungkin terganggu. Yang mungkin kita kaji apakah nanti debu nya itu betul menganggu lingkungan atau tidak. Getaran itu mengganggu proses belajar atau tidak, kalau mungkin mengganggu kita akan buktikan dokumentasinya,” katanya

Namun jika ternyata hasil itung-itungan teknis itu tidak mengganggu lingkungan dan lainnya, mungkin Pemkab Serang akan memberikan ijin. “Kita belum mengeluarkan komitmen ijinnya. Ijinnya sudah keluar dari OSS, cuman OSS itu harus dilengkapi dengan komitmen kita baru dia bisa beroperasi,” ujarnya

Tapi saat ini juga, lanjut Pandji, dilapangan belum beroperasi hanya baru langkah-langkah persiapan lapangan. “Kajian hari ini langsung turun, kajian itu untuk menguji bisa tidak keluarnya komitmen kita untuk melengkapi ijin lokasi, sekarang sudah tugasin Pol PP sebelum komitmen resmi dia (perusahaan,red) harus dihentikan dahulu persiapan-persiapan kegaiatan,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ratusan warga dari tiga desa yakni Desa Tambiluk, Mekar baru dan Sindang Sari Kecamatan Petir melakukan unjuk rasa di lapangan Cigodeg alias lapangan Gusdur, Desa Sindang Sari, Rabu (28/11) lalu. Aksi tersebut dilakukan untuk meminta agar pembangunan batching plan tol Serang-Panimbang tersebut ditutup.

Pantauan BANPOS, ada sekitar 300 orang masa aksi tersebut dan dilakukan sejak pukul 09.00. Sepanjang aksi warga pun bergiliran berorasi menyampaikan keluh kesahnya. Warga yang datang lengkap dengan atribut dengan berbagai bahasa penolakan. (LIN)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: