Target Produksi Jagung Terancam Tak Tercapai

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura pada Dinas Pertanian Kabupaten Serang Dzaldi Dhuhana saat dimintai keterangan wartawan di Pendopo Bupati Serang, (14/12). Herlin Saputra//Banpos.

SERANG, BANPOS – Masih adanya sebagian daerah di Kabupaten Serang musim kemarau. Hal itu mengakibatkan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang tidak bisa memenuhi target menanam jagung yang sudah ditentukan oleh Kementrian Pertanian RI.

Saat ini Distan Kabupaten Serang sudah menanam jagung sekitar 90 persen dari total 3.200 hektar.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura pada Dinas Pertanian Kabupaten Serang Dzaldi Dhuhana mengatakan untuk target dari kementrian pertanian, jagung diangka 3.200 hektar. Namun sampai saat ini baru dicapai 90 persen.

“Jadi sisanya nunggu hujan akhir tahun. Tapi sekarang masih kemarau di beberapa lokasi. Kita tinjau ke Anyer dan Jawilan kekeringan jadi daun jagung melintir. Padahal tahun sebelumnya biasanya sudah hujan di bulan ini,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di pendopo Bupati, Jumat (14/12).

Dzaldi menjelaskan, untuk mencapai target tanam tersebut memang dilakukan secara bertahap sejak Juni hingga sekarang. Dirinya berharap target tanam itu bisa tercapai. “Mudah-mudahan bisa tercapai kalau beberapa lokasi sudah hujan merata. Ada lima kecamatan utama yang jadi basis jagung yakni Anyer, Jawilan, Petir, Pamarayan dan Gunung sari.

Karena masih adanya yang belum tanam, maka produktivitas jagung tahun ini pun belum tercapai seluruhnya. Sampai saat ini lahan panen jagung baru mencapai 2.000 hektar sejak Oktober hingga sekarang. “Tapi produktivitas kita naik, dari 3,5 ton per hektar sekarang 5 ton per hektar,” katanya.

Disinggung soal kebutuhan pabrik pakan, ia menuturkan saat ini produksi jagung masih jauh dari kebutuhan. Sebab kebutuhan pabrik pakan dalam setahun mencapai 1 juta ton. “Sedangkan kita masih diangka 10 ribu ton per tahun jadi masih jauh,” ucapnya.

Kedepan, kata dia, semua pabrik pakan diharapkan bisa menampung jagung produksi petani. Bahkan saat ini dewan jagung nasional pun sudah bertemu bupati Serang Ratu Tatu Chasanah untuk membentuk kemitraan. “Jadi petani bisa disupport dari benih dan pupuknya serta kerjasama dengan pabrik pakan,” katanya.

Untuk meningkatkan areal tanam, pihaknya pun terus mengedukasi petani agar mau menanam jagung. Terlebih saat ini harga jagung sedang melambung tinggi diangka Rp 5.400-Rp 6.000 per kilogram. Padahal biasanya hanya diangka Rp 3.500 per kilogram. “Bahkan Mendag sekarang mengusulkan untuk impor jagung,” tuturnya.

Ia mengatakan, untuk masalah penjualan jagung memang sampai sekarang tidak ada masalah. Malah justru para kelompok tani harus meningkatkan kualitas panennya. “Karena kebanyakan petani habis panen masukkan jagung ke karung sehingga jadi banyak jamur. Harusnya di jemur. Tapi secara kualitas mereka (pabrik) suka jagung lokal,” tuturnya. (LIN)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: