Terima Kasih Siti Untuk Peserta JKN-KIS

Siti Najibun, saat menunjukan kartu JKN-KIS BPJS Kesehatan miliknya / RULIE SATRIA

SERANG, BANPOS – Besarnya biaya pengobatan Hemodialisis istilah ‘cuci darah’di rumah sakit, membuat Siti Najibun, istri dari pensiunan pekerja swasta yang mengalami gangguan akut pada kesehatan ginjalnya, hampir putus asa. Namun, sejak memutuskan mendaftar sebagai peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan, Siti merasa tertolong.

Siti yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan sejak tahun 2014 lalu ini menuturkan, sejak divonis mengalamai gangguan ginjal akut oleh dokter 8 tahun silam, dirinya bersama almarhum suami mengaku sudah menghabiskan ratusan juta untuk lakukan cuci darah.

Diketahui, Gagal ginjal merupakan kondisi dimana ginjal kehilangan kemampuannya untuk menyaring cairan dan sisa-sisa makanan.

Saat kondisi ini terjadi, kadar racun dan cairan berbahaya akan terkumpul di dalam tubuh dan dapat berakibat fatal jika tidak diobati.

“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur sekali dengan adanya program JKN-KIS BPJS Kesehatan dari pemerintah ini. Dan, selama berobat dengan menggunakan kartu JKN-KIS, saya tidak pernah mendapat perbedaan pelayanan kesehatan dari peserta umum ataupun yang berbeda kelas perawatan di rumah sakit,” ungkap Siti Najibun, saat ditemui di kediamannya di Perumahan Bumi Agung 2, Blok D 14 nomer 6, Kota Serang – Banten, Rabu (21/11/2018).

Saat ditanya bagaimana jika program JKN-KIS ini diberhentikan atau tidak berlangsung lagi, Siti mengungkapkan rasa sedihnya jika Program JKN-KIS ini tidak berjalan lagi.

“Akan menjadi musibah bagi saya jika program JKN-KISiniditiadakan, karena sangat membantu sekali. Sebagai contoh, untuk sekali cuci darah saja memakan biaya sekitar 1 sampai 1,2 juta rupiah. Kalau tidak ada BPJS Kesehatan, mungkin saya bisa jual rumah untuk pengobatan. Terlebih, pasti akan ada jutaan hati yang menangis, terutama bagi mereka dan para kerabatnya yang selama ini pengobatannya dijamin Program JKN-KIS. Bagaimana mereka bisa membayar biaya pengobatannya lagi sementara biaya pengobatan saat ini sangat mahal, bahkan yang kaya raya pun bisa jatuh miskin karena harus menanggung biaya pengobatan yang tidak murah. Semoga saja masyarakat Indonesia menyadari untuk terus membayar iuran tepat waktu agar Program JKN-KIS ini dapat terus berlangsung,” ujar Siti.

Siti dalam kesempatan ini menambahkan, jika dirinya ingin berterima kasih kepada masyarakat yang sadar dan membayar iuran tepat waktu. Sebab, dengan adanya program JKN-KIS ini sehingga dirinya bisa berobat dengan tenang dan nyaman tanpa harus memikirkan biaya mahal lagi.

“Dengan gotong royong dari seluruh rakyat indonesia dan Pemerintah, Program JKN-KIS pasti akan terus berjalan danmemberi manfaat kepada ratusan juta Peserta JKN-KIS,” pungkas Siti. (RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: