Ini Besaran UMK Pandeglang 2019 yang Ditetapkan

Dasep Kustiwa.

PANDEGLANG, BANPOS – Berdasarkan surat Menteri Tenaga Kerja (Menaker) RI nomor B.240/M-NAKER/PHIJSK-UPAH/X/2018 tanggal 15 Oktober 2018. Serta berdasarkan data inflasi nasional 2,88 persen dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,15 persen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, pada 2019 menetapkan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) sebesar 8,03 persen atau mengalami peningkatan sebesar Rp 188.989 dari UMK pada 2018, sebesar Rp 2.353.549 menjadi Rp 2.542.539.

Kabid Hubungan Industrial, dan Pembinaan Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pandeglang, Dasep Kustiwa mengatakan, perhitungan UMK tahun depan berdasarkan perhitungan dari PP Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan.

“UMK tahun berjalan ditambah dengan hasil perkalian antara UMK tahun berjalan dikalikan inflasi sebesar 2.88% ditambah PDB sebesar 5.15%. Perhitungan itu, sudah tercantum dalam PP Nomor 78 Tahun 2015. Sehingga menjadi parameter perhitungan UMK Pandeglang untuk tahun mendatang,” kata Dasep, Rabu (7/11).

Selama proses penetapan UMK, lanjut Dasep, pihaknya tidak menemui persoalan berarti. Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) yang terdiri atas pemerintah, serikat pekerja dan pelaku usaha sepakat dengan hasil perumusan.

“Selama penetapan UMK, Alhamdulillah tidak ada kendala atau gejolak. Semua pihak terkait dari unsur dewan pengupahan sepakat. Selama ini persoalan UMK di Pandeglang pun cenderung kondusif, tidak ada persoalan,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini hasil rekomendasi penetapan UMK itu sudah ditanda tangani oleh bupati dan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Disnakertrans tinggal menunggu pengesahan dari provinsi.

“Biasanya pengesahan itu akan muncul pada akhir November, yang diumumkan serentak dengan kabupaten/kota lain. Soalnya pada bulan Desember, keputusan itu harus final lantaran UMK mulai efektif berlaku pada bulan Januari,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Unit Kerja Serikat Pekerja PT. Cibaliung Sumber Daya (CSD), Johan Dwiyantoro mengungkapkan, nilai itu merupakan hasil kesepakatan bersama. Hanya saja bagi serikat dimasing-masing perusahaan, bisa menegosiasikan upah tambahan apabila dianggap perlu yang disesuaikan dengan beban kerja.

“Untuk UMK Pandeglang 2019 sudah disepakati dan mendapat rekomendasi Dewan Pengupahan Pandeglang. Kenaikannya 8.03% dari tahun 2018,” ucapnya.(DHE)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: