Bicara Kesehatan, Wahidin: Hantunya Udah Saya Tertibin

SERANG, BANPOS – Gubernur Banten, Wahidin Halim menyatakan, persoalan kesehatan di Provinsi Banten masih menjadi hal yang krusial dan membutuhkan perhatian khusus dari seluruh pihak. Tidak hanya mengenai disparitas wilayah timur, utara, barat dan selatan, namun dari segala sisi masih membutuhkan perhatian khusus. Seperti sarana prasarana yang kurang memadai hingga kurangnya tenaga medis seperti dokter dan petugas kesehatan lainnya.

Soal sarana-dan prasarana, Wahidin yang berbicara dalam acara Pengembangan Model Percepatan Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) APBD 2018 di Pendopo Gubernur, KP3B, Curug, Kota Serang pada Kamis (8/11/2018), menyoroti sarana prasarana kesehatan di kabupaten/kota dapat terus ditingkatkan untuk menunjang pelayanan kesehatan yang lebih optimal. Pemprov sendiri akan membangun jalan-jalan menuju rumah sakit atau puskesmas.

Tahun ini, sambung Wahidin, Pemprov juga akan bangun rumah sakit di Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak dalam upaya memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan agar tidak perlu berobat ke Sukabumi, Jawa Barat.

“Karena prinsip saya, kalau masyarakat sakit, bagaimana mau produktif. Kalau umur tidak panjang, bagaimana mau produktif. Saya berharap pada Plt Kadinkes dan jajarannya untuk terus menerus berkoordinasi dengan kabupaten dan kota, harus sama-sama mengantisipasi persoalan kesehatan,” jelasnya.

Wahidin juga mengungkapkan komitmennya soal peningkatan kesehatan melalui rumah layak huni. Pemprov memiliki program untuk membedah rumah-rumah tidak layak huni demi meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.

“Kalau rumahnya nggak layak huni saya bangun juga, kalau katanya banyak hantunya, hantunya udah saya tertibin,” seloroh Gubernur yang disambut tawa peserta yang hadir dalam acara tersebut.(ENK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: